Sejarah dan Asal-usul Ciamis, Punya Julukan Kota Manis
Rabu, 25 Oktober 2023 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Raja Sunda tersebut tidak menerima sikap arogan Majapahit dan memilih berperang hingga gugur dalam peperangan di Bubak atau Bubat. Putranya yang bernama Prabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475) kala itu masih kecil.
Kerajaan pun kemudian dipegang oleh Hyang Bunisora Suradipati (1357-1371) hingga akhirnya diserahkan kepada Niskala Wastu Kancana ketika sudah dewasa.
Kemudian pada tahun 1595, Kerajaan Galuh jatuh ke tangan Senopati dari Mataram. Hal tersebut bisa terjadi karena invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung.
Penguasa Galuh, yang kala itu dipimpin oleh Adipati Panaekan, diangkat menjadi Wedana Mataram dan cacah sebanyak 960 orang. Ketika Mataram merencanakan serangan terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628, massa Mataram di Priangan bersilang pendapat.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Majalengka, Kabupaten yang Terkenal dengan Sebutan Kota Angin
Rangga Gempol I dari Sumedang menginginkan pertahanan diperkuat terlebih dahulu, sedangkan Dipati Ukur dari Tatar Ukur, menginginkan serangan segera dilakukan. Pertentangan pun terjadi juga di Galuh, antara Adipati Panaekan dengan adik iparnya yang bernama Dipati Kertabumi.
Kerajaan pun kemudian dipegang oleh Hyang Bunisora Suradipati (1357-1371) hingga akhirnya diserahkan kepada Niskala Wastu Kancana ketika sudah dewasa.
Kemudian pada tahun 1595, Kerajaan Galuh jatuh ke tangan Senopati dari Mataram. Hal tersebut bisa terjadi karena invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung.
Penguasa Galuh, yang kala itu dipimpin oleh Adipati Panaekan, diangkat menjadi Wedana Mataram dan cacah sebanyak 960 orang. Ketika Mataram merencanakan serangan terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628, massa Mataram di Priangan bersilang pendapat.
Baca Juga Sejarah dan Asal-usul Majalengka, Kabupaten yang Terkenal dengan Sebutan Kota Angin
Rangga Gempol I dari Sumedang menginginkan pertahanan diperkuat terlebih dahulu, sedangkan Dipati Ukur dari Tatar Ukur, menginginkan serangan segera dilakukan. Pertentangan pun terjadi juga di Galuh, antara Adipati Panaekan dengan adik iparnya yang bernama Dipati Kertabumi.
Lihat Juga :