Daftar Santri Korban Tewas Minibus Tabrak Tebing di Ciloto Cianjur
Selasa, 24 Oktober 2023 - 17:10 WIB
loading...
Minibus bernomor polisi B 7079 TXA yang mengangkut rombongan santri mengalami kecelakaan maut di Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, hingga mengakibatkan empat korban tewas. Foto/MPI/Ricky Susan
A
A
A
CIANJUR - Empat orang korban yang meninggal akibat kecelakaan mobil elf bernomor polisi B 7079 TXA di Jalan Raya Puncak-Cianjur Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, merupakan anak di bawah umur.
Keempat korban tersebut adalah Ferdi (14) asal Tangerang, Ardan (14) asal Subang, Raihan (12) asal Tangerang dan Iman (12) juga asal Tangerang. Semuanya merupakan santri dari Rumah Yatim Dhuafa Al-um, Tangerang.
Baca Juga: Brak! Minibus Tabrak Tebing di Cianjur, 4 Santri Tewas
”Kami kedatangan korban kecelakaan ke IGD sekitar 25 pasien, empat orang meninggal ditempat, sisanya ada yang luka ringan, luka sedang dan ada juga yang luka berat,” kata Dokter Umum RSUD Cimacan Widia kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Sementara korban yang mengalami luka berat ada dua orang dan tujuh luka ringan.
“Yang luka ringan masih observasi, luka sedang kemungkinan itu luka sedang karena patah tulang jadi berhubungan kita tidak ada dokter spesialis atau dokter tulang rencananya akan kita rujuk, lalu luka berat kita rujuk namun mau distabilkan dulu di RSUD Cimacan,” jelasnya.
Menurut dia, para korban kebanyakan luka di bagian kepala akibat benturan yang cukup keras. ”Ada satu orang yang selamat dan kondisinya sehat wall afiat tidak ada luka ataupun memar," ucapnya.
Keempat korban tersebut adalah Ferdi (14) asal Tangerang, Ardan (14) asal Subang, Raihan (12) asal Tangerang dan Iman (12) juga asal Tangerang. Semuanya merupakan santri dari Rumah Yatim Dhuafa Al-um, Tangerang.
Baca Juga: Brak! Minibus Tabrak Tebing di Cianjur, 4 Santri Tewas
”Kami kedatangan korban kecelakaan ke IGD sekitar 25 pasien, empat orang meninggal ditempat, sisanya ada yang luka ringan, luka sedang dan ada juga yang luka berat,” kata Dokter Umum RSUD Cimacan Widia kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Sementara korban yang mengalami luka berat ada dua orang dan tujuh luka ringan.
“Yang luka ringan masih observasi, luka sedang kemungkinan itu luka sedang karena patah tulang jadi berhubungan kita tidak ada dokter spesialis atau dokter tulang rencananya akan kita rujuk, lalu luka berat kita rujuk namun mau distabilkan dulu di RSUD Cimacan,” jelasnya.
Menurut dia, para korban kebanyakan luka di bagian kepala akibat benturan yang cukup keras. ”Ada satu orang yang selamat dan kondisinya sehat wall afiat tidak ada luka ataupun memar," ucapnya.
Lihat Juga :