Berdoa di Depan Patung Jokowi, Warga Adat NTT Tolak Gibran Maju Cawapres
Senin, 23 Oktober 2023 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Benu, Jokowi itu orang baik. Jangan dia sampai dirusak dengan mendorong pencalonan anaknya menjadi cawapres. Mereka berharap agar Gibran berproses terlebih dahulu agar siap memimpin Indonesia ke depan. "Biarkan Gibran matang secara alami. Buah yang enak dimakan masak alami dari pohon, butuh proses" ungkapnya.
Kepala Desa Sunu Yakob kase mengungkapkan setiap hari dia bersama warga Desa Sunu bersama-sama selalu mengikuti berita politik nasional lewat televisi. Dia dan warga menolak keinginan berbagai pihak yang ingin memaksakan Gibran sebagai cawapres.
"Kami sayang Gibran, jangan dipaksakan, jangan sampai merusak nama baik Pak Jokowi, jangan sampai merusakan ketokohan beliau," ungkapnya.
Ritual dan doa itu dimulai dengan tarian bonet mengitari patung Jokowi di padang Gunung Sunu. Tarian melingkar dengan gerak ritmis itu merupakan tanda kebersamaan yang tak boleh putus.
Patung Jokowi itu dulu diarak warga sejauh 2,5 km menuju puncak dengan ketinggian 1.074 meter di atas permukaan laut pada 10 November 2021. Saat itu, ribuan orang tua dan pemuda menarik patung dari kaki gunung hingga melewati bibir jurang. Patung tersebut dibangun sebagai bentuk penghargaan warga setempat kepada Jokowi di mana dana desa hadir pada era kepemimpinannya.
Kepala Desa Sunu Yakob kase mengungkapkan setiap hari dia bersama warga Desa Sunu bersama-sama selalu mengikuti berita politik nasional lewat televisi. Dia dan warga menolak keinginan berbagai pihak yang ingin memaksakan Gibran sebagai cawapres.
"Kami sayang Gibran, jangan dipaksakan, jangan sampai merusak nama baik Pak Jokowi, jangan sampai merusakan ketokohan beliau," ungkapnya.
Ritual dan doa itu dimulai dengan tarian bonet mengitari patung Jokowi di padang Gunung Sunu. Tarian melingkar dengan gerak ritmis itu merupakan tanda kebersamaan yang tak boleh putus.
Patung Jokowi itu dulu diarak warga sejauh 2,5 km menuju puncak dengan ketinggian 1.074 meter di atas permukaan laut pada 10 November 2021. Saat itu, ribuan orang tua dan pemuda menarik patung dari kaki gunung hingga melewati bibir jurang. Patung tersebut dibangun sebagai bentuk penghargaan warga setempat kepada Jokowi di mana dana desa hadir pada era kepemimpinannya.
(poe)
Lihat Juga :