Sejarah Raja Tarumanagara Bangun Kali Bekasi dengan Bersedekah 1.000 Sapi ke Brahmana
Selasa, 17 Oktober 2023 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Penggalian ini sangat memperhatikan kesejahteraan rakyat dan membuktikan pengetahuan bertani Kerajaan Tarumanagara sudah cukup maju pada zamannya. Sungai itu sengaja digali untuk meneruskan air dari hulu di Bogor hingga Bekasi ke laut utara Jawa.
Baca juga: Purnawarman, Raja Tarumanegara Penakluk Kerajaan-kerajaan di Jawa Barat
Raja Purnawarman merupakan putra Rajaresi Darmayawarmanguru putra Jayasingawarman. Maharesi Jayasingawarman, pendiri kerajaan Tarumanagara adalah menantu sang Prabu Dewawarman VIII, raja terakhir kerajaan Salakanagara.
Kerajaan Salakanagara berkuasa sejak 130-362 M (232 tahun) yang beribu kota di Rajatapura atau Pandeglang sekarang. Dinasti Warman merupakan penerus Kerajaan Salakanagara. Purnawarman lahir tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi).
Dalam naskah Wangsakerta juga disebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada, Pandeglang) hingga ke Purwalingga (sekarang Purbalingga) di Jawa Tengah.
Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat masa silam. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di Jabar yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara.
Semua musuh yang diserangnya selalu dapat dikalahkan dan dia dijuluki Harimau Tarumanagara. Purnawarman menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang yang menjadikan dirinya sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat.
Tak ada senjata musuh yang dapat melukainya karena mengenakan baju pelindung besi dari kepala sampai kaki. Sehingga, raja yang bergelar titisan Dewa Wisnu ini sangat disegani dengan kewibawaannya dan kesaktiannya.
Baca juga: Purnawarman, Raja Tarumanegara Penakluk Kerajaan-kerajaan di Jawa Barat
Raja Purnawarman merupakan putra Rajaresi Darmayawarmanguru putra Jayasingawarman. Maharesi Jayasingawarman, pendiri kerajaan Tarumanagara adalah menantu sang Prabu Dewawarman VIII, raja terakhir kerajaan Salakanagara.
Kerajaan Salakanagara berkuasa sejak 130-362 M (232 tahun) yang beribu kota di Rajatapura atau Pandeglang sekarang. Dinasti Warman merupakan penerus Kerajaan Salakanagara. Purnawarman lahir tanggal 8 bagian gelap bulan Palguna tahun 294 Saka (16 Maret 372 Masehi).
Dalam naskah Wangsakerta juga disebutkan bahwa di bawah kekuasaan Purnawarman terdapat 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau Rajatapura (di daerah Teluk Lada, Pandeglang) hingga ke Purwalingga (sekarang Purbalingga) di Jawa Tengah.
Secara tradisional Cipamali (Kali Brebes) dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Jawa Barat masa silam. Selama masa pemerintahannya, Purnawarman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di Jabar yang belum tunduk kepada kekuasaan Tarumanagara.
Semua musuh yang diserangnya selalu dapat dikalahkan dan dia dijuluki Harimau Tarumanagara. Purnawarman menguasai berbagai ilmu dan siasat berperang yang menjadikan dirinya sebagai seorang raja yang perkasa dan dahsyat.
Tak ada senjata musuh yang dapat melukainya karena mengenakan baju pelindung besi dari kepala sampai kaki. Sehingga, raja yang bergelar titisan Dewa Wisnu ini sangat disegani dengan kewibawaannya dan kesaktiannya.
(jon)
Lihat Juga :