Cuaca Jabar Panas Menyengat, BMKG Sebut Akibat Pergeseran Matahari dan Minim Awan
Senin, 16 Oktober 2023 - 16:22 WIB
loading...
BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mengungkapkan beberapa faktor penyebab kondisi cuaca di Jawa Barat terasa lebih panas menyengat dibandingkan biasanya.
A
A
A
BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mengungkapkan, beberapa faktor penyebab kondisi cuaca di Jawa Barat terasa lebih panas menyengat dibandingkan biasanya.
PMG Muda BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, salah satunya penyebabnya yakni kurangnya penutupan awan yang terjadi sejak September kemarin.
Baca juga: Gawat! Kekeringan di Jabar Meluas, 21 Kabupaten-Kota Krisis Air Bersih
"Yang pertama adalah tutupan awan di sekitar September, Oktober ini sangat kurang. Sehingga penyinaran matahari ini sangat intens ke wilayah Jawa Barat khususnya, umumnya Bandung dan sekitarnya," kata Yuni, Senin (16/10/2023).
Yuni mengatakan, suhu di wilayah Bandung Raya sudah mencapai rata-rata 32 derajat celcius hingga 33 derajat celcius pada September. Hal itu menyebabkan suhu panas berlebih dirasakan oleh masyarakat.
"Saat ini matahari berada di selatan Indonesia, sehingga untuk Jawa dan Nusa Tenggara, itu sangat intens terpapar oleh sinar mataharinya. Itu sangat optimum, dan menaikkan juga dari suhu maksimum di wilayah Jawa Barat termasuk di Bandung," katanya.
PMG Muda BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, salah satunya penyebabnya yakni kurangnya penutupan awan yang terjadi sejak September kemarin.
Baca juga: Gawat! Kekeringan di Jabar Meluas, 21 Kabupaten-Kota Krisis Air Bersih
"Yang pertama adalah tutupan awan di sekitar September, Oktober ini sangat kurang. Sehingga penyinaran matahari ini sangat intens ke wilayah Jawa Barat khususnya, umumnya Bandung dan sekitarnya," kata Yuni, Senin (16/10/2023).
Yuni mengatakan, suhu di wilayah Bandung Raya sudah mencapai rata-rata 32 derajat celcius hingga 33 derajat celcius pada September. Hal itu menyebabkan suhu panas berlebih dirasakan oleh masyarakat.
"Saat ini matahari berada di selatan Indonesia, sehingga untuk Jawa dan Nusa Tenggara, itu sangat intens terpapar oleh sinar mataharinya. Itu sangat optimum, dan menaikkan juga dari suhu maksimum di wilayah Jawa Barat termasuk di Bandung," katanya.
Lihat Juga :