Banjir Bandang dan Longsor Bolsel, BNPB Kerahkan Tim Reaksi Cepat

Selasa, 04 Agustus 2020 - 16:24 WIB
loading...
Banjir Bandang dan Longsor...
Jembatan ambruk akibat banjir bandang yang menerjang Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. Foto/BNPB
A A A
BOLSEL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara. TRC diterjunkan untuk membantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemkab Bolsel yang telah menetapkan status tanggap darurat 14 hari akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Status tanggap darurat ini berlaku dari 24 Juli hingga 6 Agustus 2020.

Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk memudahkan akses penanganan darurat dalam merespons dua kejadian bencana di Bolsel. Dua kejadian terjadi hampir bersamaan, yaitu banjir bandang pada 24 Juli 2020 yang merendam 7 kecamatan. Selanjutnya pada 31 Juli hingga awal Agustus 2020 banjir kembali menggenangi dan bahkan merusak pemukiman. Tak hanya banjir, bencana tanah longsor terjadi di beberapa titik yang menyebabkan distribusi logistik bantuan terhambat. (Baca juga: Kerusakan Hebat di Bolsel, Bantuan Terpaksa Disalurkan lewat Laut)
Banjir Bandang dan Longsor Bolsel, BNPB Kerahkan Tim Reaksi Cepat

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati menyatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB melaporkan bahwa bencana alam ini menelan 1 korban jiwa dan 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor. (Baca juga: Longsor di Mana-mana, Akses Jalan di Bolsel-Bolmong Sulit Dilewati)

Sedangkan kerusakan, BPBD Bolsel mengidentifikasi sebanyak 64 rumah rusak berat dan 29 lainnya hanyut. Selain merusak pemukiman, bencana banjir juga merusak beberapa jembatan, seperti Jembatan Kombot Timur, Salongo 1, Salongo Besar, Bakida, Sinandaka dan Pakuku Jaya.
Banjir Bandang dan Longsor Bolsel, BNPB Kerahkan Tim Reaksi Cepat

"Pemerintah daerah dan unsur-unsur terkait telah membentuk pos komando (posko) untuk melakukan respons darurat," kata Raditya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8/2020). Posko menyalurkan makanan siap saji, air bersih dan bahan makanan kepada warga terdampak serta mengidentifikasi adanya 3 kecamatan terisolir. Sehingga pendistribusian bantuan logistik dilakukan melalui jalur perairan.

"Ketiga kecamatan tersebut yakni Helumo, Tomini dan Posigadan. Adapun kebutuhan yang diperlukan warga terdampak antara lain makanan siap saji, perlengkapan dapur, kasur, tikar, selimut, tenda pengungsi, serta paket sandang," lanjutnya. Selain itu, air bersih dibutuhkan warga karena distribusi air terganggu setelah jaringan pipa air PDAM sebagian besar rusak. Di sisi lain, keterbatasan mobil tangki air menghambat pendistribusian kepada warga terdampak.
Banjir Bandang dan Longsor Bolsel, BNPB Kerahkan Tim Reaksi Cepat

Raditya menambahkan, bantuan logistik BNPB telah tiba di Manado dan siap untuk pengiriman lanjutan menuju Kabupaten terdampak. TRC BNPB di lokasi bencana telah mengkoordinasikan pendistribusian bantuan logistik dengan bantuan helikopter untuk menjangkau wilayah yang terisolasi. TRC BNPB telah berkoordinasi dengan kepala daerah dan jajaran untuk turut melakukan kaji cepat dan pendampingan posko.

"Di samping itu, posko juga menurunkan ekskavator untuk membersihkan lumpur maupun material longsor pada ruas jalan penghubung antara Kabupaten Bolaang Mongondow dengan Bolaang Mongondow Selatan," lanjutnya. Titik longsor terpantau di ruas jalan Doloduo-Molibagu, jalan Onggunoi-Pinolosian, jalan Molibagu-Momalia longsor (desa Pinolantungan), jalan Desa Tabilaa dan jalan Molibagu (belakang kuburan Molibagu) dengan kondisi gorong-gorong ambruk sekitar 3 meter.

Melihat kronologi kejadian, sejak 31 Juli 2020 pukul 18.45 waktu setempat sampai 1 Agustus 2020 hujan lebat masih turun di wilayah Bolaang Mongondow Selatan. Kondisi ini menyebabkan Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa anak sungai lain meluap menggenangi pemukiman masyarakat dan merusak rumah, fasilitas umum, serta infrastruktur.

Berdasarkan Analisis dan Prakiraan Hujan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nomor 7 bulan Juli 2020, diprediksi curah hujan di beberapa wilayah Sulawesi Utara pada Agustus hingga Oktober berkisar dari 201 mm hingga 400 mm. Dengan adanya potensi yang masih tinggi tersebut, masyarakat diimbau selalu waspada dan siap siaga mengantisipi dampak fenomena alam tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
BNPB Bangun 238 Huntap...
BNPB Bangun 238 Huntap bagi Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Berhasil Dipadamkan 45 Persen di Hari ke-7 Penanganan
2 Wilayah Dilanda Karhutla,...
2 Wilayah Dilanda Karhutla, BNPB Catat Banjarbaru Terparah dengan 3,7 Hektare Terbakar
Dari Konsumen ke Produsen,...
Dari Konsumen ke Produsen, RI Didorong Kuasai Teknologi Kebencanaan
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Mensesneg Pastikan Dalami...
Mensesneg Pastikan Dalami Dugaan Penebangan Hutan Picu Banjir di Guci Tegal
Rekomendasi
PT Astra International...
PT Astra International Tbk: Dari Rumah Koran di Desa Sejahtera Astra Kanreapia Menjadi Sentra Sayuran di Sulawesi Selatan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved