Kisah Brahmana Tolak Hadiah Tunggul Ametung usai Redam Pemberontakan di Kediri
Senin, 09 Oktober 2023 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
Balakangka sebagai salah satu wakil dari pejabat kerajaan sangat berharap pendeta Lohgawe untuk bersedia menggunakan pengaruhnya, untuk meredam kerusuhan yang sedang terjadi itu, sebagaimana dikutip dari “Hitam Putih Ken Arok: Dari Kejayaan hingga Keruntuhan”.
Baca Juga: Pelukan Air Mata Soekarno ke Musso sebelum Mati Bongkar Pemberontakan PKI Madiun 1948
Tunggul Ametung kemudian menambahi bahwa jika pendeta Lohgawe bersedia, dan mau membantu Tumapel untuk meredam aksi kerusuhan itu, maka dirinya sebagai akuwu Tumapel, akan memberikan hadiah besar.
Namun pernyataan Tunggul Ametung ini segera dijawab oleh Lohgawe, bahwa para brahmana atau golongan pemuka agama tidak menginginkan badiah apapun dari penguasa.
Apa yang dilakukan oleh brahmana tiada lain menjalankan dharma kepada masyarakat sebagai wujud kepatuhan terhadap perintah para Dewa. Jika tugas menjalankan dharma ini selesai, maka sang Dewa akan memanggil untuk kembali kepadanya.
Baca Juga: Pelukan Air Mata Soekarno ke Musso sebelum Mati Bongkar Pemberontakan PKI Madiun 1948
Tunggul Ametung kemudian menambahi bahwa jika pendeta Lohgawe bersedia, dan mau membantu Tumapel untuk meredam aksi kerusuhan itu, maka dirinya sebagai akuwu Tumapel, akan memberikan hadiah besar.
Namun pernyataan Tunggul Ametung ini segera dijawab oleh Lohgawe, bahwa para brahmana atau golongan pemuka agama tidak menginginkan badiah apapun dari penguasa.
Apa yang dilakukan oleh brahmana tiada lain menjalankan dharma kepada masyarakat sebagai wujud kepatuhan terhadap perintah para Dewa. Jika tugas menjalankan dharma ini selesai, maka sang Dewa akan memanggil untuk kembali kepadanya.
Lihat Juga :