Kisah Perjalanan Spiritual Pangeran Diponegoro Bertapa di Pesisir Selatan Yogya
Kamis, 05 Oktober 2023 - 05:54 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum perjalanan ini, Diponegoro mencukur rambutnya agar selama berkelana ke pesantren - pesantren tidak menarik perhatian para santri.
Baca Juga: Kisah Lembu Ampal Ajudan Pribadi Penguasa Singasari yang Gagal Jalankan Tugas Pembunuhan
Pangeran Diponegoro seorang kasta tertinggi dan orang yang dihormati memilih untuk menyamar dengan mengenakan pakaian biasa, sehingga hanya sedikit orang yang dapat mengenalinya.
Busana pakaian kepangeranannya ia tanggalkan, lalu ia berganti busana Jawa berkerah tinggi dengan selendang yang dililitkan di pinggang dan penutup kepala dari batik tulis, dengan busana sehari - hari kaum santri abad ke – 18.
Yaitu kain sarung kasar yang dipadu dengan baju putih, tanpa kancing dan baju tak berkerah, dengan surban hijau atau putih sebagai penutup kepala.Babad Diponegoro mencatat perjalanan dari Tegalrejo dan memulai kehidupan sebagai santri.
Dia berkelana dengan mengunjungi pesantren - pesantren dan masjid - masjid. Di sana Diponegoro hidup bersama para santri biasa. Tetapi tidak bisa dipastikan pesantren mana saja yang pernah dikunjungi Diponegoro.
Baca Juga: Kisah Tohjaya Anak Kandung Ken Arok yang Membunuh Raja Singasari Kedua
Baca Juga: Kisah Lembu Ampal Ajudan Pribadi Penguasa Singasari yang Gagal Jalankan Tugas Pembunuhan
Pangeran Diponegoro seorang kasta tertinggi dan orang yang dihormati memilih untuk menyamar dengan mengenakan pakaian biasa, sehingga hanya sedikit orang yang dapat mengenalinya.
Busana pakaian kepangeranannya ia tanggalkan, lalu ia berganti busana Jawa berkerah tinggi dengan selendang yang dililitkan di pinggang dan penutup kepala dari batik tulis, dengan busana sehari - hari kaum santri abad ke – 18.
Yaitu kain sarung kasar yang dipadu dengan baju putih, tanpa kancing dan baju tak berkerah, dengan surban hijau atau putih sebagai penutup kepala.Babad Diponegoro mencatat perjalanan dari Tegalrejo dan memulai kehidupan sebagai santri.
Dia berkelana dengan mengunjungi pesantren - pesantren dan masjid - masjid. Di sana Diponegoro hidup bersama para santri biasa. Tetapi tidak bisa dipastikan pesantren mana saja yang pernah dikunjungi Diponegoro.
Baca Juga: Kisah Tohjaya Anak Kandung Ken Arok yang Membunuh Raja Singasari Kedua
Lihat Juga :