Kisah Tohjaya Anak Kandung Ken Arok yang Membunuh Raja Singasari Kedua
Rabu, 04 Oktober 2023 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Prasasti ini telah membuktikan kalau Tohjaya merupakan tokoh sejarah yang benar-benar ada, bukan sekadar tokoh fiktif ciptaan Pararaton. Akan tetapi dalam prasasti itu ditulis bahwa Tohjaya bukan raja Tumapel atau Singasari, melainkan raja Kediri yang menggantikan adiknya, bernama Guningbhaya.
Adapun Guningbhaya menjadi raja setelah menggantikan kakaknya yang bernama Bhatara Parameswara. Ketiga raja Kediri tersebut merupakan paman dari Seminingrat. Selain itu tertulis pula bahwa pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa yang wafat di atas takhta kencana, yaitu kakek dari Seminingrat.
Prasasti Mula Malurung sebagaimana diulas oleh sejarawan Prof. Slamet Muljana, mencoba menafsirkan isi dari prasasti, Kakawin Negarakretagama, dan Pararaton. Dimana ketika Kerajaan Kediri runtuh tahun 1222 akibat pemberontakan Bhatara Siwa (alias Ken Arok).
Baca Juga: Murka Anusapati Setelah Ken Dedes Bocorkan Pembunuhan Tunggul Ametung oleh Ken Arok
Ia kemudian mendirikan Kerajaan Tumapel di mana Kediri menjadi negeri bawahan, dan diserahkan kepada putranya yang bernama Bhatara Parameswara. Hal ini membuat cemburu Anusapati, yang merasa sebagai putra tertua. Mungkin ia memang benar membunuh Bhatara Siwa karena menurut prasasti Mula Malurung raja pertama, Tumapel itu wafat di atas takhtanya.
Adapun Guningbhaya menjadi raja setelah menggantikan kakaknya yang bernama Bhatara Parameswara. Ketiga raja Kediri tersebut merupakan paman dari Seminingrat. Selain itu tertulis pula bahwa pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bhatara Siwa yang wafat di atas takhta kencana, yaitu kakek dari Seminingrat.
Prasasti Mula Malurung sebagaimana diulas oleh sejarawan Prof. Slamet Muljana, mencoba menafsirkan isi dari prasasti, Kakawin Negarakretagama, dan Pararaton. Dimana ketika Kerajaan Kediri runtuh tahun 1222 akibat pemberontakan Bhatara Siwa (alias Ken Arok).
Baca Juga: Murka Anusapati Setelah Ken Dedes Bocorkan Pembunuhan Tunggul Ametung oleh Ken Arok
Ia kemudian mendirikan Kerajaan Tumapel di mana Kediri menjadi negeri bawahan, dan diserahkan kepada putranya yang bernama Bhatara Parameswara. Hal ini membuat cemburu Anusapati, yang merasa sebagai putra tertua. Mungkin ia memang benar membunuh Bhatara Siwa karena menurut prasasti Mula Malurung raja pertama, Tumapel itu wafat di atas takhtanya.
Lihat Juga :