Mengulas Jejak Pertemuan Akbar PKI - Masyumi di Alun-alun Malang Tahun 1955
Sabtu, 30 September 2023 - 06:09 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya dari catatan dosen di Binus University Malang ini, Malang justru menjadi kantong - kantong suara bagi PKI di Pemilu 1955.
Roda partai berhasil menggerakkan kaum buruh dari pabrik gula, buruh transportasi, dan buruh lainnya untuk bergerak. Bahkan PKI pernah menjadi partai politik dengan mengumpulkan massa hingga mencapai 200 ribu.
”Tidak heran kalau suara PKI di Malang di tahun 55 cukup besar dan diperhitungkan. Soal bertemunya Masyumi dan PKI rapat Akbar di Alun-alun Kota Malang itu jadi salah satu pertemuan akrab yang luar biasa besar. Padahal antara Masyumi dan PKI terjadi gesekan luar biasa besar saat itu,” jelas dosen sejarah ini.
Baca Juga: Profil Universitas Patrice Lumumba Rusia, Kampus Murad Aidit Adik DN Aidit
Usai peristiwa berdarah di 30 September 1965, banyak simpatisan PKI di Malang yang juga turut menjadi korban. Mereka yang dituduh komunis dan dicap terlibat peristiwa 30 September 1965, langsung dijatuhi hukuman.
”Di Malang pascagerakan 30 September kemudian ada banyak orang-orang yang dituduh komunis dan dicap terlibat 30 September, kemudian dieksekusi dan diasingkan ke Pulau Buru (Ambon, Maluku),” terangnya.
Tapi Faishal belum mengetahui persis catatan sejarahnya di titik mana saja lokasi eksekusi para simpatisan PKI di Malang. Hanya beberapa referensi salah satu lokasi pembuangan jasad simpatisan PKI di Jurang Mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Roda partai berhasil menggerakkan kaum buruh dari pabrik gula, buruh transportasi, dan buruh lainnya untuk bergerak. Bahkan PKI pernah menjadi partai politik dengan mengumpulkan massa hingga mencapai 200 ribu.
”Tidak heran kalau suara PKI di Malang di tahun 55 cukup besar dan diperhitungkan. Soal bertemunya Masyumi dan PKI rapat Akbar di Alun-alun Kota Malang itu jadi salah satu pertemuan akrab yang luar biasa besar. Padahal antara Masyumi dan PKI terjadi gesekan luar biasa besar saat itu,” jelas dosen sejarah ini.
Baca Juga: Profil Universitas Patrice Lumumba Rusia, Kampus Murad Aidit Adik DN Aidit
Usai peristiwa berdarah di 30 September 1965, banyak simpatisan PKI di Malang yang juga turut menjadi korban. Mereka yang dituduh komunis dan dicap terlibat peristiwa 30 September 1965, langsung dijatuhi hukuman.
”Di Malang pascagerakan 30 September kemudian ada banyak orang-orang yang dituduh komunis dan dicap terlibat 30 September, kemudian dieksekusi dan diasingkan ke Pulau Buru (Ambon, Maluku),” terangnya.
Tapi Faishal belum mengetahui persis catatan sejarahnya di titik mana saja lokasi eksekusi para simpatisan PKI di Malang. Hanya beberapa referensi salah satu lokasi pembuangan jasad simpatisan PKI di Jurang Mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
(ams)
Lihat Juga :