Mengulas Jejak Pertemuan Akbar PKI - Masyumi di Alun-alun Malang Tahun 1955

Sabtu, 30 September 2023 - 06:09 WIB
loading...
Mengulas Jejak Pertemuan...
PKI sempat berjaya sebelum peristiwa G30SPKI salah satunya di Kota Malang tahun 1955. Foto/Istimewa
A A A
MALANG - Gerakan 30 September 1965 yang digalang Partai Komunis Indonesia (PKI) ternyata merupakan ekskalasi dari peristiwa - peristiwa sebelumnya.

Jauh sebelum pemberontakan pada tahun 1965, di tahun 1950 saat itu sekat ideologi antar partai politik sudah tidak ada lagi. Beberapa ideologi saat itu memang menjadi bagian dari beberapa partai politik, termasuk di antaranya PKI sendiri.

Sejarawan Malang Faishal Hilmy Maulida menyatakan, peristiwa 1965 pemberontakan PKI sebenarnya tak bisa dilepaskan dari suatu peristiwa saja. Menurutnya, ada beberapa rangkaian peristiwa yang akhirnya melatarbelakangi terjadinya gerakan 30 September 1965.

Baca Juga: Surat DN Aidit ke Bung Karno Laporkan Kegagalan Gerakan 30 September 1965

Salah satunya ketika kembali ke tahun 1950 dimana tidak ada sekat di antara partai - partai berdasarkan ideologi masing-masing.

”Meskipun Masyumi dan PKI secara ideologi ya beda, satu ideologi Islam moderat, satunya marxis Leninisme. Kemudian PKI dan Masyumi itu bentrok karena mereka tidak berada dalam satu front yang sama. Logikanya perbedaan ideologi,” kata Faishal.

Namun Faishal menyatakan, faktor ideologi bukanlah menjadi hal mutlak terjadinya pergesekan antar partai politik di masa itu. Persoalan politis menjadi hal utama terlebih saat tahun-tahun politik di 1955, namun pergesekan menjadi unsur ideologi menjadi muara di tahun 1960-an.

”Tahun 60-an konfliknya muaranya sudah unsur ideologis, apalagi (pemberontakan) PRRI, dan Masyumi diteguhkan, karena dianggap terlibat PRRI - Permesta. Artinya sudah nggak ada yang beku, sebelumnya ketika Pemilu 55 sampai 57 itu ada kubu Masyumi dan PSI,” tuturnya.

Baca Juga: Kisah Pidato Terakhir DN Aidit Sebelum Dieksekusi

”Kemudian ketika PKI leading pasca Pemilu 57, kemudian dianggap sebagai ancaman bagi kelompok-kelompok poros tengah terutama PNI, kemudian NU dan Masyumi akhirnya ketika kekuatan kekuatan oposisi berkurang dalam gelanggang politik itu kan antara PNI,” tambahnya.

Di Malang sendiri jauh sebelum PKI menjadi partai politik yang diperhitungkan ada partai politik bernama Akoma yang berintegrasi dengan ideologi komunis. Partai ini salah satu tokohnya adalah Ibnu Parna yang merupakan pengikut Tan Malaka.

Tetapi diakui Faishal tidak semua anggota Partai Akoma pro PKI dan upaya-upaya yang dilakukannya.

”Jadi kalau tokoh Malang kiri tapi tidak semua tokoh kiri pro PKI, bisa pro Murba, Akoma, keterkaitan dengan Madiun 48 nggak ada, kalau ada tokoh memang memiliki kaitan dengan orang terlibat peristiwa itu jelas. Karena Ibnu Parna sosok sangat kontra dengan Amir," paparnya.

Baca Juga: Riwayat Pendidikan DN Aidit, Sejak Kecil Khatam Alquran, Dewasa Keranjingan Marxisme

Menariknya dari catatan dosen di Binus University Malang ini, Malang justru menjadi kantong - kantong suara bagi PKI di Pemilu 1955.

Roda partai berhasil menggerakkan kaum buruh dari pabrik gula, buruh transportasi, dan buruh lainnya untuk bergerak. Bahkan PKI pernah menjadi partai politik dengan mengumpulkan massa hingga mencapai 200 ribu.

”Tidak heran kalau suara PKI di Malang di tahun 55 cukup besar dan diperhitungkan. Soal bertemunya Masyumi dan PKI rapat Akbar di Alun-alun Kota Malang itu jadi salah satu pertemuan akrab yang luar biasa besar. Padahal antara Masyumi dan PKI terjadi gesekan luar biasa besar saat itu,” jelas dosen sejarah ini.

Baca Juga: Profil Universitas Patrice Lumumba Rusia, Kampus Murad Aidit Adik DN Aidit

Usai peristiwa berdarah di 30 September 1965, banyak simpatisan PKI di Malang yang juga turut menjadi korban. Mereka yang dituduh komunis dan dicap terlibat peristiwa 30 September 1965, langsung dijatuhi hukuman.

”Di Malang pascagerakan 30 September kemudian ada banyak orang-orang yang dituduh komunis dan dicap terlibat 30 September, kemudian dieksekusi dan diasingkan ke Pulau Buru (Ambon, Maluku),” terangnya.

Tapi Faishal belum mengetahui persis catatan sejarahnya di titik mana saja lokasi eksekusi para simpatisan PKI di Malang. Hanya beberapa referensi salah satu lokasi pembuangan jasad simpatisan PKI di Jurang Mayit di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Polisi Periksa 2 Saksi...
Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Dokter Cabul di Kota Malang
Update Kekerasan Seksual...
Update Kekerasan Seksual Oknum Dokter di Malang, Polisi Tunggu Laporan Korban
Lagi! Kekerasan Seksual...
Lagi! Kekerasan Seksual oleh Oknum Dokter Terjadi di Malang
Rekomendasi
Kekayaan RI Keluar Sebabkan...
Kekayaan RI Keluar Sebabkan Rupiah Melemah, Prabowo Analogikan seperti Tubuh Kehabisan Darah
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Nabi Yunus AS 40 Hari di Perut Ikan, dan Pelajaran tentang Kesabaran
Air Mata 2016, Sejarah...
Air Mata 2016, Sejarah 2026: Saat Dunia Tak Berhenti Bicarakan Messi
Berita Terkini
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Ketua Posko Wilayah...
Ketua Posko Wilayah PRR Aceh Apresiasi BPBD dan DLHK Atasi Masalah Sanitasi di Huntara
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 3 Tahun Lalu
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved