RPA Perindo Harap Negara Ambil Alih Pembinaan Pelaku Kekerasan Seksual di Bawah Umur
Kamis, 28 September 2023 - 06:18 WIB
loading...
RPA Partai Perindo masih terus mengawal kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang anak berusia 5 tahun di Ciputat, Tangerang Selatan. Foto/MPI/Isty Maulidya
A
A
A
TANGERANG - RPA Partai Perindo masih terus mengawal kasus kekerasan seksual yang menimpa seorang anak berusia 5 tahun di Ciputat, Tangerang Selatan. Mirisnya, pelaku dalam kasus tersebut juga masih anak-anak yang berarti berstatus anak berhadapan dengan hukum.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum RPA Perindo Jeannie Latumahina mengatakan, orang tua pelaku juga dianggap bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa tersebut.
Hal ini tak lain dianggap Jeannie sebagai bentuk kegagalan orang tua dalam mendidik anaknya. "Hal ini bisa terjadi akibat kelalaian orang tua dalam mendidik anaknya. Oleh karena itu kami harap ada hukuman yang menimbulkan efek jera agar tidak ada lagi kasus seperti ini di masa depan," ujar Jeannie usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (27/9/2023).
Selain berharap adanya hukuman maksimal, RPA Perindo juga berharap bahwa pembinaan dan pendidikan pada pelaku kekerasan seksual yang masih di bawah umur bisa diambil alih negara.
Hal ini merupakan akibat dari orang tua yang dianggap gagal mendidik anak mereka.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum RPA Perindo Jeannie Latumahina mengatakan, orang tua pelaku juga dianggap bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa tersebut.
Hal ini tak lain dianggap Jeannie sebagai bentuk kegagalan orang tua dalam mendidik anaknya. "Hal ini bisa terjadi akibat kelalaian orang tua dalam mendidik anaknya. Oleh karena itu kami harap ada hukuman yang menimbulkan efek jera agar tidak ada lagi kasus seperti ini di masa depan," ujar Jeannie usai sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Tangerang pada Rabu (27/9/2023).
Selain berharap adanya hukuman maksimal, RPA Perindo juga berharap bahwa pembinaan dan pendidikan pada pelaku kekerasan seksual yang masih di bawah umur bisa diambil alih negara.
Hal ini merupakan akibat dari orang tua yang dianggap gagal mendidik anak mereka.
Lihat Juga :