Pekerja Hiburan Menjerit: Mal dan Pasar Buka, Kami Juga Minta Buka
Senin, 03 Agustus 2020 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Winni, salah seorang pekerja di Addict Karaoke mengatakan, selama tempat bekerja ditutup, dia tidak mendapat kompensasi apapun. "Gaji gak dapet. Gak ada kompensasi apapun. Mereka menjanjikan akan ngasih perbulan Rp600 ribu itu pertiga bulan, tapi sampai sekarang tidak ada," kata Winni.
Dia berharap Pemkot Bandung segera memberikan izin tempat hiburan agar dia dapat bekerja kembali sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membayar anak sekolah. "Pengennya sih dibuka kembali biar kami bisa kerja lagi. Hanya itu harapan kami," ujar dia.
Ketua P3B Rully Panggabean mengatakan, aksi damai ini sebagai puncak dari kebingungan dan jeritan hati para pekerja di tempat hiburan malam. P3B berupaya mencari solusi bagi para pekerja hiburan malam.
"Saya mewakili mereka (pekerja tempat hiburan) ingin mencari solusi. Kalau memang tidak bisa dibuka kasih bansos atuh. Saya juga gak tahan pegawai minta kasbon. Mohon dimengerti ini bukan sesuatu yang nantang jago. Ingin menyampaikan aspirasi. Saya tidak ingin mengadakan aksi, tapi gak tahan lagi. Mudah-mudahan ada solusi," kata Rully.
Sementara itu, Kadisbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan, tiga pekan lalu, Ddisbupar telah meninjau 80 tempat hiburan. Hasilnya, para pemilik tempat hiburan telah menerapkan standar protokol kesehatan.
Dia berharap Pemkot Bandung segera memberikan izin tempat hiburan agar dia dapat bekerja kembali sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membayar anak sekolah. "Pengennya sih dibuka kembali biar kami bisa kerja lagi. Hanya itu harapan kami," ujar dia.
Ketua P3B Rully Panggabean mengatakan, aksi damai ini sebagai puncak dari kebingungan dan jeritan hati para pekerja di tempat hiburan malam. P3B berupaya mencari solusi bagi para pekerja hiburan malam.
"Saya mewakili mereka (pekerja tempat hiburan) ingin mencari solusi. Kalau memang tidak bisa dibuka kasih bansos atuh. Saya juga gak tahan pegawai minta kasbon. Mohon dimengerti ini bukan sesuatu yang nantang jago. Ingin menyampaikan aspirasi. Saya tidak ingin mengadakan aksi, tapi gak tahan lagi. Mudah-mudahan ada solusi," kata Rully.
Sementara itu, Kadisbudpar Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan, tiga pekan lalu, Ddisbupar telah meninjau 80 tempat hiburan. Hasilnya, para pemilik tempat hiburan telah menerapkan standar protokol kesehatan.
Lihat Juga :