Sejarah Kerajaan Medang: Lokasi, Tokoh Penting, Keruntuhan, hingga Peninggalan

Selasa, 26 September 2023 - 18:06 WIB
loading...
Sejarah Kerajaan Medang:...
Sejarah Kerajaan Medang. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejarah Kerajaan Medang menarik untuk diulas. Medang Kamulan menjadi satu dari sekian banyak kerajaan yang pernah hadir di Indonesia.

Melihat riwayatnya, Medang Kamulan banyak disebutkan menjadi penerus Mataram Kuno di Jawa Tengah yang sebelumnya dipindah oleh Mpu Sindok. Pemindahan kerajaan dilakukan atas faktor keamanan.

Lebih jauh, berikut ulasan mengenai sejarah Kerajaaan Medang, dari lokasi, tokoh penting, hingga peninggalannya.

Sejarah Kerajaan Medang


1. Lokasi Kerajaan Medang

Medang Kamulan merupakan sebuah kerajaan yang berada di Jawa Timur. Lokasi tepatnya adalah di muara Sungai Brantas dengan ibu kota bernama Watan Mas.

Baca Juga Kisah Mpu Sindok, Pendiri Kerajaan Medang Mataram yang Memindahkan Pusat Pemerintahan ke Jawa Timur

Keberadaan Medang Kamulan tak terlepas dari sosok Mpu Sindok. Dia adalah keturunan raja Dinasti Sanjaya yang sebelumnya berkuasa di Mataram Lama.

Namun, karena kerajaan mendapat banyak gangguan dari Sriwijaya serta ancaman bencana alam, Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan ke Jawa Timur. Dia memerintah Medang pada periode 929-949 M.

2. Tokoh Penting Kerajaan Medang


- Mpu Sindok

Sedikit dijelaskan di atas, Mpu Sindok memiliki andil besar pada keberadaan Medang Kamulan. Dia tercatat pernah memimpin kerajaan ini selama kurang lebih 20 tahun.

Baca Juga Riwayat Mpu Sendok, Raja Medang Mataram yang Berhasil Membangun Peradaban Jawa Kuno

Saat menjalankan pemerintahan, Mpu Sindok dibantu permaisuri bernama Sri Wardhani. Bersama usahanya, mereka terus melakukan berbagai upaya memakmurkan rakyat. Salah satunya adalah dengan membangun bendungan untuk pengairan.

- Dharmawangsa Teguh

Dharmawangsa Teguh juga menjadi salah satu tokoh penting di Kerajaan Medang. Berusaha mengikuti jejak para pendahulunya, dia ingin memakmurkan rakyatnya.

Meski demikian, berbagai upayanya mulai mendapat ancaman dari Kerajaan Sriwijaya. Mencoba melawan, serangan yang dilancarkan belum cukup kuat untuk mengalahkan Sriwijaya.

Sebaliknya, Sriwijaya melakukan balasan dengan menyerang Medang melalui sekutunya. Saat diserang pasukan Wurawari, Dharmawangsa terbunuh.

3. Keruntuhan Kerajaan Medang


Periode akhir Medang telah terlihat saat Dharmawangsa menjadi penguasa. Bukan karena lemah, namun karena adanya serangan mendadak yang dilancarkan Sriwijaya.

Baca Juga Kisah Runtuhnya Kerajaan Mataram Kuno Akibat Erupsi Gunung Merapi dan Pemberontakan

Saat Dharmawangsa mengadakan pesta pernikahan putrinya dengan Airlangga, Sriwijaya menyerang medang melalui salah satu bidaknya, yakni Wurawari. Serangan ini terbukti berakhir fatal dengan meninggalnya beberapa tokoh Medang, termasuk Dharmawangsa.

Sementara itu, Airlangga memang berhasil selamat. Namun, setelahnya dia melarikan diri terlebih dahulu ke hutan dan mencari tempat aman.

Nantinya, Airlangga akan menghimpun kekuatan kembali dengan mendirikan Kerajaan Kahuripan.

4. Peninggalan Kerajaan Medang


Ada banyak peninggalan Kerajaan Medang yang telah diketahui. Peninggalan bersejarah tersebut juga banyak digunakan sejarawan untuk mencari informasi lain perihal Medang Kamulan.

Salah satunya bisa disebutkan seperti Prasasti Mpu Sindok. Prasasti tersebut menginformasikan kehidupan Medang ketika dipimpin Mpu Sindok.

Tak hanya prasasti, Kerajaan Medang juga memiliki sejumlah bentuk peninggalan lain. Di antaranya seperti beberapa candi yang tersebar di wilayah Jawa.

Demikian ulasan mengenai sejarah Kerajaan Medang Kamulan yang bisa diketahui. Semoga bermanfaat.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sasar Siswa SMA, Kemendagri...
Sasar Siswa SMA, Kemendagri Gelar Dialog Pemahaman Nilai Sejarah
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Lahir dari Kas Masjid,...
Lahir dari Kas Masjid, Begini Cikal Bakal BRI yang Berusia 130 Tahun
Kunjungi Banda Neira,...
Kunjungi Banda Neira, Mendagri Tegaskan Komitmen Pelestarian Warisan Sejarah
Hotel Legendaris Ini...
Hotel Legendaris Ini Hidupkan Kembali Identitas Historis dan Nilai Budaya Yogyakarta
Museum ITB Diresmikan,...
Museum ITB Diresmikan, Ruang Baru Membaca Masa Lalu dan Merajut Masa Depan
Prabowo: Indonesia Berada...
Prabowo: Indonesia Berada pada Persimpangan Sejarah, di Tengah Konflik Dunia
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Rekomendasi
Makna Prabowo Minta...
Makna Prabowo Minta Aparatur Introspeksi, Qodari: Tak Ada yang Istimewa di Mata Hukum
Wasit Piala Dunia 2026...
Wasit Piala Dunia 2026 yang Dicoret FIFA Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Turun Tangan
Pakar Militer Ini Prediksi...
Pakar Militer Ini Prediksi Serangan AS Tak Mampu Lumpuhkan Militer Iran yang Menguasai Selat Hormuz
Berita Terkini
Truk Crane Tabrak JPO...
Truk Crane Tabrak JPO di Tendean, Lalu Lintas Menuju Blok M Macet Parah
Gunung Semeru Kembali...
Gunung Semeru Kembali Erupsi Pagi Ini, PVMBG: Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava
516 Unit Layanan di...
516 Unit Layanan di Wilayah 3T, PNM Perluas Akses Pembiayaan bagi Masyarakat Prasejahtera
Pengirim Teror Bom di...
Pengirim Teror Bom di SDN Jaksel Ternyata Orang Tua Siswa, Sempat Jemput Anak usai Kirim Ancaman
Dua Proyek Sekolah Rakyat...
Dua Proyek Sekolah Rakyat Nindya Karya di Medan dan Kediri Capai 100 Persen
PINTU Kolaborasi dengan...
PINTU Kolaborasi dengan Universitas Paramadina Beri Edukasi Literasi Digital ke Warga Bekasi
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved