Mantan Napiter di Bima Diminta Makin Bijak Menyikapi Keragaman
Senin, 18 September 2023 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Ia mengungkapkan Ibnu Taymiyyah sudah hampir 7x masuk penjara karena pemikirannya, dan ketika Ibnu Taymiyyah ditawarkan untuk membalas memenjarakan ulama yang pernah memenjarakannya, Ibnu Taymiyyah menolak dengan alasan karena ulama tersebut masih bermanfaat untuk masyarakat.
“Uniknya pemikiran Ibnu Taymiyyah juga dipakai di mana-mana, orang-orang liberal memakai pemikiran Ibnu Taymiyyah, dan orang-orang keras pun memakai pemikiran Ibn Taymiyyah, meski fatwa Ibnu Taymiyyah tersebut didistorsi oleh orang-orang keras,” ujar Ustaz Saifuddin.
Ia juga mengungkapkan tentang 5 kaidah takfir Ibnu Taymiyyah antara lain, tidak boleh memudahkan pengkafiran, mengkafirkan adalah tuntutan syar’i dan bukan akal, bahasanya bukan mengkafirkan tetapi menyalahkan. Selanjutnya mujtahid apabila melakukan kesalahan tidak boleh dikafirkan, serta semua masalah membutuhkan pemaknaan atau tafsir yang tepat.
Ustaz Saifuddin menutup materinya dengan menggarisbawahi bagaimana mengikuti teladan Ibnu Taymiyyah yaitu sifatnya yang berlapang dada.
“Uniknya pemikiran Ibnu Taymiyyah juga dipakai di mana-mana, orang-orang liberal memakai pemikiran Ibnu Taymiyyah, dan orang-orang keras pun memakai pemikiran Ibn Taymiyyah, meski fatwa Ibnu Taymiyyah tersebut didistorsi oleh orang-orang keras,” ujar Ustaz Saifuddin.
Ia juga mengungkapkan tentang 5 kaidah takfir Ibnu Taymiyyah antara lain, tidak boleh memudahkan pengkafiran, mengkafirkan adalah tuntutan syar’i dan bukan akal, bahasanya bukan mengkafirkan tetapi menyalahkan. Selanjutnya mujtahid apabila melakukan kesalahan tidak boleh dikafirkan, serta semua masalah membutuhkan pemaknaan atau tafsir yang tepat.
Ustaz Saifuddin menutup materinya dengan menggarisbawahi bagaimana mengikuti teladan Ibnu Taymiyyah yaitu sifatnya yang berlapang dada.
(shf)
Lihat Juga :