Gunung Bromo Diselimuti Kabut Tebal usai Diguyur Hujan, Kebakaran Padam?

Kamis, 14 September 2023 - 12:32 WIB
loading...
Gunung Bromo Diselimuti...
Suasana di kawasan Jemplang, Gunung Bromo. Foto/Dok.TNBTS/Ist
A A A
MALANG - Kawasan Gunung Bromo diguyur hujan sejak Rabu malam (13/9/2023). Bahkan hingga Kamis pagi (14/9/2023) cuaca di kawasan Gunung Bromo khususnya di sekitar Blok Jemplang, Desa Ngadas, Poncokusumo, diselimuti kabut tebal.

Informasi yang diterima, hujan masih mengguyur pada Kamis (14/9/2023) bahkan kabut pun turun sehingga jarak pandang juga terbatas. Hujan deras yang mengguyur ini api membuat kawasan Gunung Bromo kemungkinan besar padam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, cuaca buruk memang membuat pemantauan titik api dan pemadaman di udara tidak dilaksanakan. Namun secara kasat mata dari pengamatan terakhir Rabu petang kemarin api di kawasan Jemplang, Malang memang sudah padam.

"Hari ini cuaca buruk kabut, sempat hujan," ucap Sadono Irawan saat dikonfirmasi, Kamis (14/9/2023).

Baca Juga: Imbas Kebakaran Gunung Bromo, Aktivitas Wisata di Kawasan TNBTS Lumpuh

Ia berharap turunnya hujan membuat kebakaran di kawasan Gunung Bromo padam. Apalagi hujan juga masih turun di Kamis pagi (14/9/2023). "Semoga bisa padam karena hujan turun," ungkapnya.

Sebelumnya dikatakan Sadono, dua helikopter sempat dikerahkan untuk memadamkan api di kawasan Bukit Keciri, Bukit Pentongan, Gunung Watangan. "Rabu kemarin dua helikopter kita libatkan, total ada 33 kali water bombing," katanya

Sebelumnya diberitakan, kawasan Wisata Gunung Bromo kembali ditutup total sejak Rabu malam (7/9/2023) kemarin pukul 22.00 WIB, pasca ada kebakaran di lahan Bukit Teletubbies pada Blok Savana Bukit Watangan. Diduga kebakaran akibat adanya aktivitas wisatawan yang menyalakan flare saat foto prewedding di kawasan Bukit Teletubbies.

Kejadian ini terekam ponsel oleh warga sekitar melalui sebuah video berdurasi 41 detik. Video ini beredar viral di media sosial. Pada video tersebut tampak sejumlah laki-laki dan satu perempuan berpakaian putih, membawa peralatan untuk pemotretan.

Baca Juga: Jokowi Minta Kebakaran di Wisata Gunung Bromo Segera Dipadamkan

Mereka membawa tripod dan kamera serta tengah berjalan santai padahal di belakangnya terlihat api makin besar. Para wisatawan itu tampak terlihat santai usai api menyambar dan membakar lahan di belakang tepat tulisan Bukit Teletubbies.

Akibat kejadian itu, satu manajer EO prewedding berinisial AW ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya dikenakan Pasal Pasal 50 Ayat 3 Huruf d juncto Pasal 78 ayat 4 Undang-Undang nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Selain itu, ada sangkaan Pasal 188 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 1.500.000.000.

Akibat kebakaran ini, jalur Malang - Lumajang melalui Poncokusumo dan kawasan TNBTS ditutup total. Api sudah mulai mendekati kawasan Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Bahkan dari beberapa video yang beredar api berada di bukit di bawah kafe Bromo Hillside yang ada di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Poncokusumo, Kabupaten Malang.
(hri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Angin Kencang Terjang...
Angin Kencang Terjang Klaten, Karhutla Muncul di Nunukan
Gelar Riau Bhayangkara...
Gelar Riau Bhayangkara Run 2026, Kapolda Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Ekologis
Kendalikan Karhutla,...
Kendalikan Karhutla, BMKG Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel
Sepekan ke Depan Hujan...
Sepekan ke Depan Hujan Masih Berpotensi Terjadi di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Kolaborasi dan Deteksi...
Kolaborasi dan Deteksi Dini Hadapi Ancaman Karhutla 2026
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Rekomendasi
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Berita Terkini
Polda Metro Jaya: 3.588...
Polda Metro Jaya: 3.588 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Demo di DPR RI
Dukung Program MBG Dilanjutkan,...
Dukung Program MBG Dilanjutkan, Akademisi: Bermanfaat bagi Anak dan Masyarakat
Polda Metro Jaya Larang...
Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman
Ketua DPW Partai Perindo...
Ketua DPW Partai Perindo Sulsel Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani
Polisi Tangkap 2 Pelaku...
Polisi Tangkap 2 Pelaku yang Hendak Culik Lansia di PIK Jakut
Buka Peluang Global,...
Buka Peluang Global, BRImo Kini Hadirkan Reksa Dana USD Batavia untuk Investor
Infografis
18 Kolonel AD Pecah...
18 Kolonel AD Pecah Bintang usai Promosi Jabatan di Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved