Flare Foto Prewedding Bawa Petaka di Bromo, Kelestarian Anggrek dan Ular Tengger Terancam
Kamis, 14 September 2023 - 10:31 WIB
loading...
Kebakaran padang savana Gunung Bromo, yang dipicu oleh penggunaan flare saat foto prewedding, mengancam keberadaan flora fauna endemik, yakni Anggrek Bromo, dan ular Tengger. Foto/iNews TV/Hana Purwadi
A
A
A
PROBOLINGGO - Penggunaan flare dalam foto prewedding di padang savana Gunung Bromo, membawa petaka. Kebakaran hebat melanda kawasan kaldera Tengger, hingga mengancam keberadaan flora dan fauna khas Gunung Bromo.
Baca juga: Nyalakan Flare saat Foto Prewedding Bikin Bukit Teletubbies Bromo Kembali Membara
Kebakaran tersebut, mengancam kelestarian anggrek khas Gunung Bromo, serta ular Tengger. Hingga kini petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), belum bisa memastikan dampak kebakaran terhadap keberadaan flora dan fauna tersebut.
Kepala Seksi I Balai Besar TNBTS, Bambang Suryanto mengatakan, untuk memastikan keberadaan anggrek Bromo, dan ular Tengger tersebut masih menunggu kebakaran benar-benar padam. "Setelah nanti kebakaran benar-benar padam, baru bisa kita lakukan pendataan," tuturnya.
Baca juga: Diduga Lecehkan Polwan, AKBP AA Dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara
Ekosistem di kawasan konservasi ini terancam punah, setelah dalam beberapa hari terakhir Gunung Bromo mengalami kebakaran hebat. Api sulit dipadamkan karena banyaknya rumput dan semak-semak kering akibat kemarau, serta kondisi angin kencang.
![Flare Foto Prewedding Bawa Petaka di Bromo, Kelestarian Anggrek dan Ular Tengger Terancam]()
Bambang menyebut, ular Tengger merupakan satwa endemik di kawasan savana Gunung Bromo. "Bentuk ularnya kecil seperti cacing tanah, dan keberadaanya hanya ada di kawasan savana," ungkapnya.
Baca juga: Jadi Tempat Prostitusi, Petugas Gabungan Ratakan Puluhan Warung Remang-remang
Sementara anggrek Bromo, disebut Bambang merupakan flora endemik Gunung Bromo yang juga terancam kelestariannya akibat kebakaran ini. Anggrek ini, terkenal dengan keindahannya dan selalu dijaga kelestariannya di kawasan TNBTS.
Baca juga: Nyalakan Flare saat Foto Prewedding Bikin Bukit Teletubbies Bromo Kembali Membara
Kebakaran tersebut, mengancam kelestarian anggrek khas Gunung Bromo, serta ular Tengger. Hingga kini petugas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), belum bisa memastikan dampak kebakaran terhadap keberadaan flora dan fauna tersebut.
Kepala Seksi I Balai Besar TNBTS, Bambang Suryanto mengatakan, untuk memastikan keberadaan anggrek Bromo, dan ular Tengger tersebut masih menunggu kebakaran benar-benar padam. "Setelah nanti kebakaran benar-benar padam, baru bisa kita lakukan pendataan," tuturnya.
Baca juga: Diduga Lecehkan Polwan, AKBP AA Dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara
Ekosistem di kawasan konservasi ini terancam punah, setelah dalam beberapa hari terakhir Gunung Bromo mengalami kebakaran hebat. Api sulit dipadamkan karena banyaknya rumput dan semak-semak kering akibat kemarau, serta kondisi angin kencang.

Bambang menyebut, ular Tengger merupakan satwa endemik di kawasan savana Gunung Bromo. "Bentuk ularnya kecil seperti cacing tanah, dan keberadaanya hanya ada di kawasan savana," ungkapnya.
Baca juga: Jadi Tempat Prostitusi, Petugas Gabungan Ratakan Puluhan Warung Remang-remang
Sementara anggrek Bromo, disebut Bambang merupakan flora endemik Gunung Bromo yang juga terancam kelestariannya akibat kebakaran ini. Anggrek ini, terkenal dengan keindahannya dan selalu dijaga kelestariannya di kawasan TNBTS.
(eyt)
Lihat Juga :