Gunung Bromo Terbakar, BB-TNTBS: Pemulihan Ekosistem Perlu Waktu Lama
Rabu, 13 September 2023 - 10:03 WIB
loading...
Savana Gunung Bromo ludes terbakar. BB-TNTBS menyatakan pemulihan ekosistem yang terbakar ini memerlukan waktu cukup lama. Foto/iNews TV/Hana Purwadi
A
A
A
MALANG - Pemulihan ekosistem Gunung Bromo yang mengalami kebakaran dan belum bisa dipadamkan hingga saat ini memerlukan waktu cukup lama. Hal yang terpenting dari kerusakan ekosistem yang ada, terutama flora atau tanaman bisa secepatnya terkena hujan.
"Kalau untuk pemulihan ekosistem pakai beberapa mekanisme, mungkin kalau rumput alang-alang secara alami, sebulan seteleh hujan kembali," ungkap Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNTBS) Hendro Widjanarko saat ditemui di Pos Jemplang, Rabu pagi (13/9/2023).
Baca juga: Penampakan Terkini Kebakaran Gunung Bromo, Hanguskan Pohon Setinggi 2 Meter Lebih
Sementara untuk mengembalikan ekosistem lain yang rusak pasca kebakaran pihaknya bakal kembali menanam beberapa tanaman pohon endemik atau yang tidak dijumpai di daerah lain.
Beberapa tanaman seperti pohon cemara gunung, kesek, tutuk, hingga tanaman mentigi yang biasanya hidup di antara ketinggian 1.500 - 2.400 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
"Kita akan kembalikan ekosistem Bromo ini, kalau ini kita lihat cemara gunung bertahan dari kebakaran. Kemudian beberapa jenis yang asli sini mentigi juga bisa bertahan, bisa di lihat di sana, masih hijau," ujarnya.
"Kalau untuk pemulihan ekosistem pakai beberapa mekanisme, mungkin kalau rumput alang-alang secara alami, sebulan seteleh hujan kembali," ungkap Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNTBS) Hendro Widjanarko saat ditemui di Pos Jemplang, Rabu pagi (13/9/2023).
Baca juga: Penampakan Terkini Kebakaran Gunung Bromo, Hanguskan Pohon Setinggi 2 Meter Lebih
Sementara untuk mengembalikan ekosistem lain yang rusak pasca kebakaran pihaknya bakal kembali menanam beberapa tanaman pohon endemik atau yang tidak dijumpai di daerah lain.
Beberapa tanaman seperti pohon cemara gunung, kesek, tutuk, hingga tanaman mentigi yang biasanya hidup di antara ketinggian 1.500 - 2.400 meter di atas permukaan laut (Mdpl).
"Kita akan kembalikan ekosistem Bromo ini, kalau ini kita lihat cemara gunung bertahan dari kebakaran. Kemudian beberapa jenis yang asli sini mentigi juga bisa bertahan, bisa di lihat di sana, masih hijau," ujarnya.
Lihat Juga :