Pemdes Bantarwaru Jamin Kebutuhan 1 Keluarga yang Diisolasi
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 13:31 WIB
loading...
Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
MAJALENGKA - Satu keluarga di Desa Bantarwaru, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka , Jawa Barat, menjalani isolasi mandiri. Hal itu dilakukan setelah salah satu anggota keluarganya terkonfirmasi positif COVID 19.
Terkait penerapan protokol kesehatan tersebut, Pemerintah Desa Bantawaru siap menjamin dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut sampai dinyatakan aman atau negatif COVID-19. (BACA JUGA: Kasus Corona di Majalengka Tambah Terus, 25 Orang Dinyataan Positif )
"Alhamdulilah, segala keperluan ditanggung oleh desa sambil menunggu hasil tes," kata Kepala Desa Bantarwaru Sumarno kepada SINDOnews, Sabtu (1/8/2020). (BACA JUGA: Bertambah 4 Terkonfirmasi Positif, Majalengka Sentuh 23 Orang )
Kebutuhan-kebutuhan tersebut, ujar dia, di antaranya makan sehari-hari, dan lain-lain. "Iya, seperti makan dan lain-lainnya," ujar Kades. (BACA JUGA: Radio di Bawah Diskominfo Majalengka Berhenti Siaran )
Sementara, untuk mengantisifasi penyebaran virus Corona, pihak desa juga menutuskan untuk menutup akses masuk ke blok kawasan tempat tinggal warga yang terpapar tersebut. Penutupan akses tersebut sudah mulai diberlakukan sejak Jumat (31/7/2020) kemarin.
Terkait penerapan protokol kesehatan tersebut, Pemerintah Desa Bantawaru siap menjamin dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga tersebut sampai dinyatakan aman atau negatif COVID-19. (BACA JUGA: Kasus Corona di Majalengka Tambah Terus, 25 Orang Dinyataan Positif )
"Alhamdulilah, segala keperluan ditanggung oleh desa sambil menunggu hasil tes," kata Kepala Desa Bantarwaru Sumarno kepada SINDOnews, Sabtu (1/8/2020). (BACA JUGA: Bertambah 4 Terkonfirmasi Positif, Majalengka Sentuh 23 Orang )
Kebutuhan-kebutuhan tersebut, ujar dia, di antaranya makan sehari-hari, dan lain-lain. "Iya, seperti makan dan lain-lainnya," ujar Kades. (BACA JUGA: Radio di Bawah Diskominfo Majalengka Berhenti Siaran )
Sementara, untuk mengantisifasi penyebaran virus Corona, pihak desa juga menutuskan untuk menutup akses masuk ke blok kawasan tempat tinggal warga yang terpapar tersebut. Penutupan akses tersebut sudah mulai diberlakukan sejak Jumat (31/7/2020) kemarin.
Lihat Juga :