Dipolisikan Kasus Bayi Tertukar, RS Sentosa Bogor: Kita Sudah Menawarkan Semua

Sabtu, 02 September 2023 - 19:24 WIB
loading...
Dipolisikan Kasus Bayi...
Rumah Sakit (RS) Sentosa Bogor merespons laporan polisi yang dilayangkan keluarga Siti Mauliah dan pasien D terkait kasus bayi tertukar. Foto: Ilustrasi/SINDOnews
A A A
BOGOR - Rumah Sakit (RS) Sentosa Bogor merespons laporan polisi yang dilayangkan keluarga Siti Mauliah dan pasien D terkait kasus bayi tertukar. RS Sentosa mengaku siap menghadapi laporan tersebut.

"Rumah sakit menghargai semua upaya, itu adalah hak hukum. Yang kedua, rumah sakit pastinya akan menghadapi laporan polisi tersebut," ujar Jubir RS Sentosa Bogor Gregg Djako, Sabtu (2/9/2023).

Ia menjelaskan, pada dasarnya rumah sakit ingin kasus bayi tertukar ini berakhir dengan Restorative Justice (RJ). Sebab RS Sentosa sejak awal sudah berupaya dengan baik menyelesaikan kejadian tersebut.

Baca Juga: Kasus Bayi Tertukar, RS Sentoso Bogor Resmi Dilaporkan ke Polisi

Kata dia, rumah sakit sempat menawarkan kompensasi kepada keluarga Siti Mauliah dan keluarga pasien D. Kompensasi itu disesuaikan dengan kemampuan dari rumah sakit. Akan tetapi ditolak oleh keluarga pasien.

"Rumah sakit itu harus memberikan kompensasi atau menjanjikan sesuatu sesuai dengan kemampuannya. Ini rumah sakit di kampung, melayani pasien BPJS. Rumah sakit harus memberikan kompensasi sesuai dengan kemampuan," ungkapnya.



RS Sentosa juga menawarkan pendidikan untuk si bayi, tetapi ditolak dengan alasan pendidikan sudah gratis. Demikian juga kompensasi kesehatan, ditolak oleh kedua keluarga dengan alasan sudah dicover oleh BPJS.

Baca Juga: Kasus Bayi Tertukar, RS Sentosa Bogor Nonaktifkan 5 Tenaga Kesehatan

"Artinya, rumah sakit sudah menawarkan semua untuk kepentingan anak, termasuk pendidikan. Tapi kemudian tidak diterima atau ditolak. Menawarkan kompensasi yang lain, tidak diterima juga, katanya terlalu kecil. Terus mau bagaimana?," jelasnya.

Gregg menyebut kompensasi yang dituntut kepada rumah sakit terlalu besar. Sehingga sangat tidak memungkinkan disanggupi rumah sakit.

"Rumah sakit menawarkan kompensasi, tapi katanya nilainya tidak signifikan. Kan rumah sakit harus menawarkan sesuai kemampuan. Angkanya fantastis bagi rumah sakit, sangat tidak memungkinkan dan sangat tidak masuk akal, jauh banget," tutupnya.

Sebelumnya, kuasa hukum dua keluarga bayi tertukar resmi melaporkan RS Sentosa ke Polres Bogor, Jumat (1/9/2023). Proses pelaporan memakan waktu kurang lebih lima jam. Laporan terhadap RS Sentosa Bogor tertuang dalam Surat Tanda Bukti Laporan dengan No Pol: STBL/ B/ 1597/ IX/ 2023/ SPKT/ RES BGR/ POLDA JBR.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polisi Berhasil Bongkar...
Polisi Berhasil Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis Terbesar di Jawa Barat
Kronologi Pembunuhan...
Kronologi Pembunuhan Sekuriti di Bogor oleh Anak Majikan
Kronologi Bentrok Suporter...
Kronologi Bentrok Suporter PSIS-Persita Tangerang yang Akibatkan 2 Bus Rusak Parah
Rekomendasi
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Puncak Omicron di Indonesia...
Puncak Omicron di Indonesia 55 Ribu Kasus Sudah Terjadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved