Pendidikan Prioritas Utama, Tak Boleh Ada Anak di Makassar yang Tak Sekolah
Kamis, 30 Juli 2020 - 20:49 WIB
loading...
Ketua Dewan Pendidikan Makassar Rudianto Lallo bersama Pj Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaluddin. Foto/Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Pj Walikota Makassar , Rudy Djamaluddin, melakukan pertemuan dengan pengurus Dewan Pendidikan Makassar periode 2020-2025 di Balai Kota Makassar, Kamis (30/7/2020). Mereka membahas sejumlah permasalahan di dunia pendidikan yang akhir-akhir ini kerap mengemuka di tengah masyarakat Kota Makassar. Ditegaskannya, pendidikan merupakan prioritas utama sehingga tak boleh ada anak di Makassar yang tidak sekolah.
Rudy menyebut hal mendasar yang tidak boleh ditawar yakni kewajiban belajar sembilan tahun untuk anak-anak usia sekolah. "Apapun itu, tidak boleh ada yang tidak sekolah. Ini yang saya tekankan ke Ibu Kadis Pendidikan bahwa harus ada solusi yang disiapkan untuk memastikan semua anak-anak kita mendapatkan haknya untuk sekolah," kata Rudy.
Di tengah keterbatasan pemerintah, baik dari sisi anggaran, infrastruktur dan SDM, Rudy menyebut tidak boleh menjadi penghalang untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. "Itu mestinya tidak menghalangi, tidak boleh ada anak yang tidak bisa mengakses bangku pendidikan. Jika tidak ada rotan akarpun jadi, itu prinsip yang harus kita gunakan” tegas Rudy.
Baca Juga: Cegah Penularan COVID-19, Pj Wali Kota Makassar Tiadakan Open House
Demikian pula masalah pembelajaran jarak jauh yang harus ditempuh di tengah pandemi COVID-19. Menurut Rudy, urusan pendidikan harus betul-betul diseriusi sebagai prioritas kebijakan yang fundamental. "Bicara pendidikan itu bicara masa depan. Tidak ada pemerintahan yang tidak menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama."
"Makanya jangan pernah menyia-nyiakan satu anak pun yang tidak sekolah hanya karena masalah biaya dan masalah lainnya. Anak adalah aset kita, semua yang masuk sekolah harus punya tempat, makanya kerjasama dengan swasta juga harus lebih di kuatkan” sambung Guru Besar Unhas ini.
Ketua Dewan Pendidikan Makassar, Rudianto Lallo, menyampaikan pihaknya siap membantu dan mendorong perbaikan sektor pendidikan di Makassar, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. “Ini adalah adalah amanah yang sangat besar diberikan kepada saya untuk memimpin lembaga ini (Dewan Pendidikan)," ucap dia.
Rudy menyebut hal mendasar yang tidak boleh ditawar yakni kewajiban belajar sembilan tahun untuk anak-anak usia sekolah. "Apapun itu, tidak boleh ada yang tidak sekolah. Ini yang saya tekankan ke Ibu Kadis Pendidikan bahwa harus ada solusi yang disiapkan untuk memastikan semua anak-anak kita mendapatkan haknya untuk sekolah," kata Rudy.
Di tengah keterbatasan pemerintah, baik dari sisi anggaran, infrastruktur dan SDM, Rudy menyebut tidak boleh menjadi penghalang untuk mewujudkan pendidikan berkualitas. "Itu mestinya tidak menghalangi, tidak boleh ada anak yang tidak bisa mengakses bangku pendidikan. Jika tidak ada rotan akarpun jadi, itu prinsip yang harus kita gunakan” tegas Rudy.
Baca Juga: Cegah Penularan COVID-19, Pj Wali Kota Makassar Tiadakan Open House
Demikian pula masalah pembelajaran jarak jauh yang harus ditempuh di tengah pandemi COVID-19. Menurut Rudy, urusan pendidikan harus betul-betul diseriusi sebagai prioritas kebijakan yang fundamental. "Bicara pendidikan itu bicara masa depan. Tidak ada pemerintahan yang tidak menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama."
"Makanya jangan pernah menyia-nyiakan satu anak pun yang tidak sekolah hanya karena masalah biaya dan masalah lainnya. Anak adalah aset kita, semua yang masuk sekolah harus punya tempat, makanya kerjasama dengan swasta juga harus lebih di kuatkan” sambung Guru Besar Unhas ini.
Ketua Dewan Pendidikan Makassar, Rudianto Lallo, menyampaikan pihaknya siap membantu dan mendorong perbaikan sektor pendidikan di Makassar, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. “Ini adalah adalah amanah yang sangat besar diberikan kepada saya untuk memimpin lembaga ini (Dewan Pendidikan)," ucap dia.
Lihat Juga :