Misteri Dusun Pandak, Tempat Pelarian Raden Wijaya dari Kejaran Pasukan Singasari Kediri
Jum'at, 25 Agustus 2023 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Daftar Nama Raja Kerajaan Aceh dari Masa ke Masa
Lempengan tembaga di gunung Butak di daerah Majakerta dikeluarkan raja Kertarajasa Jayawardhana, yakni nama abiseka Raden Wijaya, pada tahun Saka 1216 atau tahun Masehi 1294 sebagian telah diterjemahkan oleh ahli bahasa kuno Belanda Dr. Brandes.
Sebagian lagi sudah diterbitkan dalam Oud Javaansche Oorkonden.Baik dalam terjemahan Dr. Brandes maupun dalam piagam yang belum diterjemahkan itu tidak terdapat nama dusun Pandak. Piagam itu sekarang terkenal dengan namanya piagam Kudadu.
Piagam itu menceriterakan, rasa terima kasih raja Kertarajasa kepada ketua Dusun Kudadu yang pernah menerimanya dengan ramah tamah waktu ia singgah di dusun tersebut dalam perjalanannya ke Madura.
Ia serta pengikutnya sangat lapar, lelah, dan sedih ketika sampai di dusun Kudadu. la merasa tertimpa bahaya yang sangat besar. Ketua desa Kudadu menerimanya dengan ramah, memberinya minum dan makan.
Baca Juga: Asal Usul Nama Ken Arok, Raja Pertama Kerajaan Singasari
Tak hanya itu, pengikutnya juga disediakan tempat sembunyi agar tidak diketahui oleh musuh yang mencarinya.Kemudian ia diantar sampai Rembang untuk melanjutkan perjalanannya ke Madura.
Lempengan tembaga di gunung Butak di daerah Majakerta dikeluarkan raja Kertarajasa Jayawardhana, yakni nama abiseka Raden Wijaya, pada tahun Saka 1216 atau tahun Masehi 1294 sebagian telah diterjemahkan oleh ahli bahasa kuno Belanda Dr. Brandes.
Sebagian lagi sudah diterbitkan dalam Oud Javaansche Oorkonden.Baik dalam terjemahan Dr. Brandes maupun dalam piagam yang belum diterjemahkan itu tidak terdapat nama dusun Pandak. Piagam itu sekarang terkenal dengan namanya piagam Kudadu.
Piagam itu menceriterakan, rasa terima kasih raja Kertarajasa kepada ketua Dusun Kudadu yang pernah menerimanya dengan ramah tamah waktu ia singgah di dusun tersebut dalam perjalanannya ke Madura.
Ia serta pengikutnya sangat lapar, lelah, dan sedih ketika sampai di dusun Kudadu. la merasa tertimpa bahaya yang sangat besar. Ketua desa Kudadu menerimanya dengan ramah, memberinya minum dan makan.
Baca Juga: Asal Usul Nama Ken Arok, Raja Pertama Kerajaan Singasari
Tak hanya itu, pengikutnya juga disediakan tempat sembunyi agar tidak diketahui oleh musuh yang mencarinya.Kemudian ia diantar sampai Rembang untuk melanjutkan perjalanannya ke Madura.
Lihat Juga :