Atikoh Ganjar: Perempuan Berperan Penting dalam Kedaulatan Pangan
Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:14 WIB
loading...
Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo menjadi pembicara di Auditorium Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Semarang, Kamis (24/8/2023). Foto/Dok.Pemprov Jateng
A
A
A
SEMARANG - Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan perempuan adalah aktor penting dalam kedaulatan pangan. Sebab baik untuk diri sendiri, keluarga bahkan lingkungan, perempuan berperan mengelola kebutuhan pangan.
Hal itu disampaikan Atikoh seusai mengisi acara 'Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan dalam Mendorong dan Memperkuat Kedaulatan Pangan' di Auditorium Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Semarang, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: Siti Atikoh Ganjar Gencarkan Gerakan Makan Bersama Keluarga
“Kalau kita bicara perempuan itu kan menjadi aktor terkait dengan kedaulatan pangan. Baik itu di lingkungan terkecil, untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Jadi ini peran dari perempuan luar biasa sekali,” ujarnya.
Seperti dalam diskusi sore itu, aktivis dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Lily Barata yang menyampaikan data bahwa petani perempuan di Indonesia jumlahnya mencapai lebih dari 24 persen.
Kendati begitu, kondisi petani saat ini terancam dengan impor beberapa bahan pangan. Misalnya beras, gandum, bahkan buah. Harapannya lewat diskusi ini muncul rekomendasi yang bermanfaat bagi perempuan Indonesia.
Hal itu disampaikan Atikoh seusai mengisi acara 'Peluang dan Tantangan Kepemimpinan Perempuan dalam Mendorong dan Memperkuat Kedaulatan Pangan' di Auditorium Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, Semarang, Kamis (24/8/2023).
Baca juga: Siti Atikoh Ganjar Gencarkan Gerakan Makan Bersama Keluarga
“Kalau kita bicara perempuan itu kan menjadi aktor terkait dengan kedaulatan pangan. Baik itu di lingkungan terkecil, untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Jadi ini peran dari perempuan luar biasa sekali,” ujarnya.
Seperti dalam diskusi sore itu, aktivis dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan, Lily Barata yang menyampaikan data bahwa petani perempuan di Indonesia jumlahnya mencapai lebih dari 24 persen.
Kendati begitu, kondisi petani saat ini terancam dengan impor beberapa bahan pangan. Misalnya beras, gandum, bahkan buah. Harapannya lewat diskusi ini muncul rekomendasi yang bermanfaat bagi perempuan Indonesia.
Lihat Juga :