Biografi Sultan Agung: Kelahiran, Kesaktian, dan Kematiannya

Rabu, 23 Agustus 2023 - 14:33 WIB
loading...
Biografi Sultan Agung:...
Sultan Agung dikenal sebagai salah satu raja yang berhasil membawa kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627. Foto/Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta
A A A
JAKARTA - Kisah Sultan Agung Hanyokrokusumo tentu sudah cukup sering didengar. Dia merupakan raja ke-3 Kerajaan Mataram yang sangat disegani pada zamannya.

Saat memerintah Mataram, Sultan Agung berhasil membawa kerajaan menuju era kejayaan. Seiring waktu, Mataram terus berkembang pesat dan menjadi salah satu kerajaan terkuat di Nusantara kala itu.

Untuk mengenalnya lebih jauh, berikut biografi Sultan Agung yang mencakup kelahiran, kesaktian, hingga kematiannya.

Biografi Sultan Agung dan Masa Pemerintahan di Mataram Islam


Sultan Agung memiliki nama asli Raden Mas Jatmika atau biasa dikenal juga sebagai Raden Mas Rangsang. Dia merupakan putra pertama dari Prabu Hadi Hanyakrawati dan Ratu Mas Adi Dyah Banowati.

Mengutip laman Dinas Kebudayaan Jogja, Sultan Agung lahir di Kotagede pada 14 November 1593 silam. Dia naik takhta sekitar tahun 1613, tepatnya ketika masih berusia 20 tahun.

Baca Juga Kisah Sultan Agung Marah pada Imam Syafi'i Dibalik Pagebluk di Mekkah

Di era kepemimpinannya, Sultan Agung berhasil membawa Mataram berkembang pesat dan menjadi kerajaan besar. Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada 1627, tepatnya sekitar empat belas tahun Sultan Agung memimpin kerajaan tersebut

Seiring perkembangannya, Mataram juga memperluas pengaruh dan kekuasaannya. Bahkan, selama kurun 1613-1645 wilayah kekuasaan Mataram Islam telah meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian Jawa Barat.

Berkembang pesatnya Mataram bukan tanpa alasan. Hal ini tak terlepas dari keberadaan Sultan Agung sebagai penguasanya.

Saat era kepemimpinannya, Sultan Agung dikenal dengan berbagai keahliannya di berbagai sektor. Sebut saja seperti bidang militer, politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta lain sebagainya. Hal inilah yang mengantarkan peradaban Mataram pada tingkat yang lebih tinggi.

Berani Menentang VOC


Terlepas dari statusnya yang disegani sebagai penguasa Mataram, Sultan Agung juga pernah mencatatkan perjuangan kala melawan VOC di Batavia. Dalam hal ini, dia menganggap keberadaan Belanda di Batavia dapat membahayakan negara.

Sultan Agung menggunakan berbagai strategi berbeda untuk menekan pengaruh VOC sebagai bentuk perlawanannya. Dalam sejumlah serangan militer yang dilakukan, pasukan Mataram cukup memberikan perlawanan yang cukup sengit bagi VOC.

Meski tidak membawa keberhasilan seperti merebut Batavia secara menyeluruh, tekad dan semangat Sultan Agung untuk mengusir VOC menjadi pemantik para pejuang lain untuk mempertahankan Tanah Air. Sampai akhir hayatnya, Sultan Agung tidak sudi berdamai dengan Belanda meski diberikan banyak tawaran menggiurkan.

Kesaktian Sultan Agung


Tak hanya memiliki strategis jenius dalam membawa Mataram menuju kejayaan, Sultan Agung juga dikenal sebagai raja yang sakti mandraguna. Dari sekian banyak kisah kesaktiannya, salah satu yang cukup menarik adalah dikatakan mampu mengendalikan makhluk gaib menjadi abdi dalem.

Menurut Babad Tanah Jawi, Sultan Agung mempunyai seorang abdi bernama Juru Taman. Konon, abdi dalem ini dulunya adalah manusia. Namun, dia berubah wujud menjadi siluman dan mempunyai kesaktian mandraguna yang istimewa dan sulit dikalahkan.

Dulunya, Juru Taman itu adalah abdi dalem Panembahan Senopati, kakek Sultan Agung. Dikisahkan, suatu hari Panembahan Senopati mendapat telur Lungsung Jagat dari Kanjeng Ratu Kidul atau Nyi Roro Kidul untuk dimakan.

Panembahan Senopati tidak langsung memakan telur pemberian Ratu Kidul. Dia membawanya ke istana dan memberikannya kepada Ki Juru Taman, abdi dalem yang sangat setia dan saat itu dalam keadaan sakit keras.

Begitu memakan telur Lungsung Jagat, Ki Juru Taman langsung sembuh dari penyakitnya. Namun, dia berubah menjadi raksasa dan memiliki kesaktian yang hebat serta berumur panjang.

Setelah itu, dia terus hidup sebagai makhluk gaib yang melayani Mataram. Bahkan, dia juga masih setia menjadi abdi dalem saat Sultan Agung berkuasa.

Kematian Sultan Agung


Menjelang tahun 1645, Sultan Agung merasa bahwa ajalnya sudah semakin dekat. Dia membangun Astana Imogiri sebagai pusat pemakaman keluarga raja-raja Kesultanan Mataram yang akan dimulai dari dirinya.

Tak hanya itu, dia juga menuliskan serat Sastra Gending sebagai tuntunan hidup trah Mataram. Sesuai dengan wasiatnya, nantinya dia akan digantikan oleh putranya yang bernama Raden Mas Sayidin sebagai raja Mataram.

Benar saja, Sultan Agung wafat di Mataram pada 1645. Atas jasa-jasanya dia juga ditetapkan menjadi Pahlawan Nasional Indonesia berdasarkan S.K. Presiden No. 106/TK/1975 tanggal 3 November 1975.

Demikian ulasan singkat mengenai biografi Sultan Agung, penguasa Mataram yang membawa kerajaannya menuju kejayaan.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Pangeran Sambernyawa...
Pangeran Sambernyawa Pimpin Pasukannya dengan Semboyan Tiji Tibeh, Bikin Belanda Kocar-kacir
Kisah Strategi Cerdik...
Kisah Strategi Cerdik Panembahan Senopati Bikin Pasukan Pajang Kabur dari Mataram
Rebutan Takhta hingga...
Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram
Janji Politik Raja Mataram...
Janji Politik Raja Mataram Bangun Tempat Penyeberangan di Tepi Sungai Bengawan Solo
Jejak Airlangga pada...
Jejak Airlangga pada Pendirian Kerajaan Jenggala dan Kediri
Jejak Emas dari Atas:...
Jejak Emas dari Atas: Buku Biografi Candra Wijaya, Kisah Inspirasi dari Sang Legenda untuk Generasi Muda
Ayah Dibunuh, Ibu Dirudapaksa,...
Ayah Dibunuh, Ibu Dirudapaksa, 10 Kisah Petinju Ini Layak Dibikin Film Biografi
Profil dan Biodata KH...
Profil dan Biodata KH Imaduddin Utsman al-Bantani
Rekomendasi
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved