5 Tahun Pengabdian, Ridwan Kamil Hapus Ratusan Desa Tertinggal di Jabar
Sabtu, 19 Agustus 2023 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
Dicky menjelaskan, IDM ini memiliki beberapa tingkatan. IDM desa sangat tertinggal itu 0,49 ke bawah, kemudian 0,49-0,56 itu desa tertinggal, lalu 0,59-0,70 itu desa berkembang, 0,70-0,80 itu desa maju dan 0,81 ke atas itu desa mandiri.
"Oleh karena itu, dalam Indeks Desa Membangun ini, maka fungsi-fungsi untuk memberikan ketepatan intervensi dan bagaimana kita mengklasifikasikan desa inilah yang menjadi pegangan kita dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pembangunan desa," jelasnya.
Dicky meneyebut, IDM ini pun memiliki tiga faktor yakni sosial, ekonomi dan, lingkungan.
"Yang sosial ada kesehatan, pendidikan. Yang ekonomi ada akses logistik, akses pusat, akses perbankan. Yang lingkungan ada bencana alam, tanggap bencana, dan seterusnya," sebut Dicky.
Menurutnya, karena desa merupakan indeks komposit, bisa jadi ada desa mandiri yang konsen dan kuat di lingkungannya, ada pula desa mandiri yang kuat di sosialnya, dan ada desa mandiri yang kuat di ekonominya.
"Jadi ini adalah sesuatu yang kita katakan sebagai satu indeks rata-rata, tetapi menjadi pegangan kita semua karena secara rata-rata pun menunjukkan bahwa variabel ini sudah cukup baik di desa-desa tersebut," tandas Dicky.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jabar, Suhenda mengakui, sangat merasakan manfaat program-program yang diinisiasi Ridwan Kamil, khususnya dalam pembangunan desa.
"Apdesi mengapresiasi terhadap program program yang sudah ada dan itu bisa kami rasakan di lapangan," ucap Suhenda.
Kendati demikian, pihaknya pun tak menampik jika masih adanya kekurangan dalam program yang telah dijalankan tersebut.
"Walaupun ada berbagai kekurangan yang harus diperbaiki juga, tidak semua mulus, tapi secara generalnya memang sudah cukup dirasakan," ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya pun berharap Ridwan Kamil sukses dalam kontestasi politik nasional agar melanjutkan program tersebut di tingkat nasional demi kemajuan desa. Namun, bila tidak ada kesempatan, pihaknya meminta Ridwan Kamil untuk kembali melanjutkan program tersebut di Jabar.
"Harapan Apdesi untuk Pak Gubernur ikut kontestasi lah di tingkat nasional. Itu kan menjadi kebanggaan kami warga masyarakat Jawa Barat. Misalnya tidak ada kesempatan, yah Apdesi memohon untuk dilanjutkan supaya program yang sudah ada ini lebih berkelanjutan," tandasnya.
"Oleh karena itu, dalam Indeks Desa Membangun ini, maka fungsi-fungsi untuk memberikan ketepatan intervensi dan bagaimana kita mengklasifikasikan desa inilah yang menjadi pegangan kita dalam merumuskan kebijakan-kebijakan pembangunan desa," jelasnya.
Dicky meneyebut, IDM ini pun memiliki tiga faktor yakni sosial, ekonomi dan, lingkungan.
"Yang sosial ada kesehatan, pendidikan. Yang ekonomi ada akses logistik, akses pusat, akses perbankan. Yang lingkungan ada bencana alam, tanggap bencana, dan seterusnya," sebut Dicky.
Menurutnya, karena desa merupakan indeks komposit, bisa jadi ada desa mandiri yang konsen dan kuat di lingkungannya, ada pula desa mandiri yang kuat di sosialnya, dan ada desa mandiri yang kuat di ekonominya.
"Jadi ini adalah sesuatu yang kita katakan sebagai satu indeks rata-rata, tetapi menjadi pegangan kita semua karena secara rata-rata pun menunjukkan bahwa variabel ini sudah cukup baik di desa-desa tersebut," tandas Dicky.
Sementara itu, Wakil Ketua III DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Jabar, Suhenda mengakui, sangat merasakan manfaat program-program yang diinisiasi Ridwan Kamil, khususnya dalam pembangunan desa.
"Apdesi mengapresiasi terhadap program program yang sudah ada dan itu bisa kami rasakan di lapangan," ucap Suhenda.
Kendati demikian, pihaknya pun tak menampik jika masih adanya kekurangan dalam program yang telah dijalankan tersebut.
"Walaupun ada berbagai kekurangan yang harus diperbaiki juga, tidak semua mulus, tapi secara generalnya memang sudah cukup dirasakan," ungkapnya.
Oleh karena itu, pihaknya pun berharap Ridwan Kamil sukses dalam kontestasi politik nasional agar melanjutkan program tersebut di tingkat nasional demi kemajuan desa. Namun, bila tidak ada kesempatan, pihaknya meminta Ridwan Kamil untuk kembali melanjutkan program tersebut di Jabar.
"Harapan Apdesi untuk Pak Gubernur ikut kontestasi lah di tingkat nasional. Itu kan menjadi kebanggaan kami warga masyarakat Jawa Barat. Misalnya tidak ada kesempatan, yah Apdesi memohon untuk dilanjutkan supaya program yang sudah ada ini lebih berkelanjutan," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :