Polusi Udara Mengancam, Pemprov DKI Uji Coba WFH ASN dan PJJ 50 Persen selama 3 Bulan
Rabu, 16 Agustus 2023 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Anies Sebut Polusi Udara di Jakarta Kiriman dari Daerah Penyangga
Tidak hanya menerapkan WFH, Pemprov DKI juga bakal menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa dengan kapasitas 50 persen. Untuk teknisnya akan diatur oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. "Nanti diserahkan ke Disdik ya," ujarnya.
Diketahui, polusi udara di Ibu Kota semakin parah. Bahkan buruknya kondisi udara di Jakarta mengalahkan kota di Afrika Selatan, yakni Johannesburg. Menurut Air Quality Index (AQI) per Sabtu 12 Agustus 2023, Jakarta menduduki posisi pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Baca Juga: ASN Jakarta WFH untuk Kurangi Polusi, Menpan RB: Tools-nya Sudah Diberikan
Masalah polusi udara ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi. Bukan tanpa alasan masalah ini menjadi perhatian Jokowi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi sudah batuk hampir empat pekan akibat buruknya udara di wilayah Jabodetabek.
"Presiden minta dalam waktu satu minggu ini ada langkah konkret karena presiden sendiri sudah batuk, katanya sudah hampir 4 minggu. Beliau belum pernah merasakan seperti ini dan kemungkinan, dokter menyampaikan, ada kontribusi daripada udara yang tidak sehat dan kualitasnya buruk," kata Sandi, Senin (14/8/2023).
Oleh karena itu, Jokowi memerintahkan menteri dan kepala daerah melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas udara di wilayah di Jabodetabek.
Tidak hanya menerapkan WFH, Pemprov DKI juga bakal menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa dengan kapasitas 50 persen. Untuk teknisnya akan diatur oleh Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta. "Nanti diserahkan ke Disdik ya," ujarnya.
Diketahui, polusi udara di Ibu Kota semakin parah. Bahkan buruknya kondisi udara di Jakarta mengalahkan kota di Afrika Selatan, yakni Johannesburg. Menurut Air Quality Index (AQI) per Sabtu 12 Agustus 2023, Jakarta menduduki posisi pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Baca Juga: ASN Jakarta WFH untuk Kurangi Polusi, Menpan RB: Tools-nya Sudah Diberikan
Masalah polusi udara ini mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi. Bukan tanpa alasan masalah ini menjadi perhatian Jokowi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi sudah batuk hampir empat pekan akibat buruknya udara di wilayah Jabodetabek.
"Presiden minta dalam waktu satu minggu ini ada langkah konkret karena presiden sendiri sudah batuk, katanya sudah hampir 4 minggu. Beliau belum pernah merasakan seperti ini dan kemungkinan, dokter menyampaikan, ada kontribusi daripada udara yang tidak sehat dan kualitasnya buruk," kata Sandi, Senin (14/8/2023).
Oleh karena itu, Jokowi memerintahkan menteri dan kepala daerah melakukan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas udara di wilayah di Jabodetabek.
(thm)
Lihat Juga :