Salahgunakan Izin Tinggal, WNA Prancis Dideportasi Kantor Imigrasi Mataram
Kamis, 10 Agustus 2023 - 08:54 WIB
loading...
Warga Negara Prancis berinisial GG (34) saat berada di Kantor Imigrasi Mataram Kamis (10/8/2023). Foto/Edy Gustan/MPI
A
A
A
MATARAM - Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mendeportasi seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Prancis berinisial GG (34) lantaran menyalahgunakan izin tinggal terbatas. Dia diketahui bekerja di wilayah Selong Belanak, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah sebagai kontraktor.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Pungki Handoyo mengatakan GG diamankan petugas saat sedang bekerja di Desa Serangan pada 9 Juli 2023. Berdasarkan laporan Pospol wilayah Serangan, Selong Belanak.
Petugas mencari informasi dari warga setempat dan berhasil mengamankannya di dekat Villa di Desa Serangan, Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"GG menggunakan izin tinggal terbatas untuk TKA yang dikeluarkan di Bali, namun bekerja di Desa Serangan, Selong Belanak sebagai kontraktor," ujar Pungki di Mataram, Kamis (10/8/2023).
Baca Juga: Kapal Wisata Kandas, 2 WNA Prancis Diselamatkan di Perairan Pulau Medang Sumbawa
">Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Pungki Handoyo mengatakan GG diamankan petugas saat sedang bekerja di Desa Serangan pada 9 Juli 2023. Berdasarkan laporan Pospol wilayah Serangan, Selong Belanak.
Petugas mencari informasi dari warga setempat dan berhasil mengamankannya di dekat Villa di Desa Serangan, Selong Belanak, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"GG menggunakan izin tinggal terbatas untuk TKA yang dikeluarkan di Bali, namun bekerja di Desa Serangan, Selong Belanak sebagai kontraktor," ujar Pungki di Mataram, Kamis (10/8/2023).
Baca Juga: Kapal Wisata Kandas, 2 WNA Prancis Diselamatkan di Perairan Pulau Medang Sumbawa
Berdasarkan pemeriksaan petugas, GG dinyatakan melanggar pasal 75 Ayat 1 Undang-undang nomor 6/2011 tentang keimigrasian. Atas hal itu, dilakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian. Namanya bahkan masuk dalam daftar penangkalan.