Sadis! Ini Fakta Pembunuhan dan Mutilasi Mahasiswa UMY, Kepala Dimasukkan ke Bagasi Motor

Selasa, 08 Agustus 2023 - 16:45 WIB
loading...
Sadis! Ini Fakta Pembunuhan...
Tersangka Riduuan saat rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi terhadap Redho Tri Agustin mahasiswa UMY digelar di kontrakan pelaku Waliyin, Krapyak, Triharjo, Sleman, Selasa (8/8/2023). Foto/MPI/Erfan Erlin
A A A
SLEMAN - Rekonstruksi pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Redho Tri Agustin (20) mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) digelar di kontrakan pelaku Waliyin di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman, DIY, Selasa (8/8/2023).

Sadis! Ini Fakta Pembunuhan dan Mutilasi Mahasiswa UMY, Kepala Dimasukkan ke Bagasi Motor

Tersangka Waliyin dan Riduuan didatangkan ke lokasi rekonstruksi di Dusun Krapyak, Triharjo, Sleman, DIY, Selasa (8/8/2023). Foto/MPI/Erfan Erlin

Rekonstruksi sendiri dimulai pukul 10.00 WIB dan baru berakhir sekitar pukul 12.30 WIB setelah jeda sebentar karena adzan dhuhur berkumandang. Masyarakat berjubel menyaksikan reka adegan ini. Puluhan aparat diterjunkan untuk melakukan pengamanan proses rekonstruksi tersebut.

Baca juga: Sadis! Usai R Dibunuh, Korban Mutilasi Sleman Diduga Dimasak dengan Panci Kue

Rekonstruksi ini disaksikan jaksa penuntut umum (JPU), penasehat hukum tersangka dan juga tim Psikolog Polda DIY. Mereka menyaksikan dengan seksama setiap adegan yang diperagakan kedua tersangka.

Sebanyak 49 adegan diperagakan oleh kedua tersangka yaitu Waliyin (29) warga Magelang dan Riduuan (35) warga Jakarta. Namun adegan paling banyak dilakukan oleh Riduuan karena Waliyin sempat meninggalkan tersangka Riduuan berduaan dengan korban Redho.



Reka adegan dimulai ketika Riduuan dan Waliyin datang menggunakan sepeda motor milik Waliyin. Keduanya berboncengan dengan sepeda motor Vario di mana Waliyin yang mengemudikannya.

Adegan kedua adalah tersangka Riduuan berkomunikasi dengan korban menggunakan handphone. Kemudian Waliyin yang menjemput korban menggunakan sepeda motor.

Baca juga: Ini Kekejian Pelaku Mutilasi di Sleman, Potongan Tubuh Korban Dikuliti Dicincang dan Direbus

Kemudian dengan digantikan peran pengganti, korban datang ke kamar kontrakan tersebut. Saat itu, tetangga kos pelaku Waliyin yang bernama Rn mengetahui kedatangan Wiliyin yang memboncengkan korban

Setelah itu tersangka Waliyin menyerahkan korban kepada tersangka Riduuan yang berada di dalam kamar.

Tersangka Riduuan dengan korban mengobrol di dalam kamar dengan duduk bersila. Sedangkan Waliyin tidak berada di dalam kamar tersebut.

Tersangka Riduaan kemudian mulai melepas pakaian korban. Tersangka Riduaan lantas mengikat tangan korban dengan posisi tangan korban di belakang.

Tersangka Riduuan juga mengikat kaki korban. Setelah itu tersangka Riduuan memberdirikan korban di atas kasur dengan posisi masih terikat.

Tersangka Ridwan kemudian melakban mulut korban. Setelah itu Tersangka Ridwan melakukan skin pada adegan ini Penyidik meminta agar menanyakan ke pelaku selanjutnya bagaimana.

Pelaku Ridwan dan korban istirahat sambil duduk di mana kala itu Korban kesakitan perutnya. Tersangka Ridwan kemudian kembali melanjutkan skin. Korban terjatuh selanjutnya adegan ini. Pada adegan ini diberikan sebagai catatan sendiri.

Setelah itu pelaku Riduuan membalikan baru menghubungi tersangka Waliyin dengan cara mengirim WA. Terungkap selama adegan tersebut tersangka Waliyin pergi ke angkringan. Tersangka Waliyin datang dari angkringan dan langsung masuk ke dalam kamar.

Di adegan ke 18 itulah Waliyin mengecek leher korban. Namun adegan selanjutnya dari adegan 19 dan 20 tidak diucapkan secara lantang oleh penyidik sehingga masyarakat ataupun awak media tidak mengetahui adegan apa itu.

Namun pada adegan ke 21 disebutkan jika tersangka membuka HP.

Pada adegan ini, penyidik memberikan kesempatan kepada JPU dan forensik untuk menyaksikan percakapan dua tersangka. Adegan ke 23 terlihat aparat kepolisian menyiapkan barang bukti ember panci dan juga kompor.

Selanjutnya adegan ke 24, tersangka menggotong tubuh korban yang sudah tidak berdaya. Kemudian adegan selanjutnya adalah Waliyin membalikan posisi korban dalam posisi tengkurap. Hingga kemudian tidak diketahui adegan apa yang diperagakan.

Pada adegan tersebut, penasehat hukum tersangka dan tim forensik diberi kesempatan mendalami adegan ini. Setelah itu adegan selanjutnya adalah kedua tersangka gantian memegang korban.

Setelah itu meski tak jelas karena tertutup banyak petugas, nampak adegan memutilasi tubuh korban. Hingga kemudian ada adegan kedua tersangka menenteng kepala korban menggunakan tas plastik warna hitam dan memasukkannya ke dalam bagasi sepeda motor. Selain itu juga ada peragaan bagaimana kedua korban mengubur kepala korban.

Meski sudah ada rekonstruksi namun Dirkrimum Polda DIY, Kombes Pol FX Endriadi tidak secara gamblang menyebut penyebab kematian korban.

Dia mengatakan Polda DIY melaksanakan rekonstruksi ini kegunaannya untuk menceritakan peristiwa. Nanti kemudian untuk bagaimana terbunuhnya korban karena akan dibuktikan di Pengadilan

"Nanti penyebab korban meninggal apa nanti di persidangan," katanya.

Endriadi hanya menandakan jika korban meninggal karena tindakan kekerasan tanpa merinci kekerasannya seperti apa. Menurutnya kasus ini adalah peristiwa pembunuhan di mana modusnya dengan tindakan kekerasan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
KOPRI PB PMII Desak...
KOPRI PB PMII Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan di Maluku Utara
Kisah Kombes Agustinus...
Kisah Kombes Agustinus Christmas, dari Mengajar Mahasiswa hingga Dijuluki Jenderal Kopi
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Dasco Terima Audiensi...
Dasco Terima Audiensi Massa Mahasiswa di Gedung DPR
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Buka Dialog, Pengamat...
Buka Dialog, Pengamat : Pemerintah Mau Terima Aspirasi dari Mahasiswa
Ketua BEM FH UBK Akui...
Ketua BEM FH UBK Akui Terima Rp20 Juta, DPR: Polri Harus Investigasi
Rekomendasi
Prabowo Respons Usulan...
Prabowo Respons Usulan Tambahan Beasiswa Doktor bagi Dosen: Akan Kita Tindak Lanjuti
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved