Kisah Inspiratif Kelompok Tani di OKI, Budi Daya Jamur Beromzet Belasan Juta
Senin, 07 Agustus 2023 - 12:45 WIB
loading...
Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Sejahtera di Desa Sinar Harapan Mulya, Kecamatan Teluk Gelam, OKI berhasil membudayakan jamur merang hingga beromzet belasan juta rupiah per bulan. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
OKI - Budi daya jamur merang (volvaria volvacella) terbukti dapat menjadi penghasilan sampingan yang cukup lumayan bagi warga Kabupaten Ogan Komiring Ilir (OKI). Yasin Efendy bersama tiga orang lainnya, mereka mendirikan Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Sejahtera di Desa Sinar Harapan Mulya, Kecamatan Teluk Gelam.
Usaha yang telah dirintis sejak 2015 tersebut saat ini telah mengelola delapan kumbung (rumah jamur) yang menghasilkan sekitar 8 kwintal jamur merang per bulan. Dengan harga jual Rp20.000 per kg, kelompok usaha itu mampu meraup omzet Rp16 juta per bulan. Jumlah tersebut menjadi penghasilan sampingan bagi mereka yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai petani.
“Penghasilan dari jamur cukup lumayan sambil menunggu panen. Hasil dari jamur sangat membantu,” kata Yasin, yang juga ketua Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Sejahtera saat ditemui baru-baru ini.
Dia mengungkapkan, penghasilan dari budi daya jamur tersebut juga membantunya membiayai sekolah keempat anaknya hingga bangku kuliah. Dengan pendidikan tinggi, dia berharap mereka mendapatkan masa depan yang cerah.
Jamur hasil budi daya mereka dijual ke pasar tradisional. Sebelumnya, mereka dapat menjual 20 kg jamur per hari. Sayangnya, harga komoditas perkebunan turun sehingga berdampak terhadap omzet jamur merang sehingga turun 30%, menjadi hanya 16 kg per hari. “Kalau dijual di pasar besar masih bisa sampai 20 kg,” ujarnya.
Usaha yang telah dirintis sejak 2015 tersebut saat ini telah mengelola delapan kumbung (rumah jamur) yang menghasilkan sekitar 8 kwintal jamur merang per bulan. Dengan harga jual Rp20.000 per kg, kelompok usaha itu mampu meraup omzet Rp16 juta per bulan. Jumlah tersebut menjadi penghasilan sampingan bagi mereka yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai petani.
“Penghasilan dari jamur cukup lumayan sambil menunggu panen. Hasil dari jamur sangat membantu,” kata Yasin, yang juga ketua Kelompok Usaha Bersama Karya Mandiri Sejahtera saat ditemui baru-baru ini.
Dia mengungkapkan, penghasilan dari budi daya jamur tersebut juga membantunya membiayai sekolah keempat anaknya hingga bangku kuliah. Dengan pendidikan tinggi, dia berharap mereka mendapatkan masa depan yang cerah.
Jamur hasil budi daya mereka dijual ke pasar tradisional. Sebelumnya, mereka dapat menjual 20 kg jamur per hari. Sayangnya, harga komoditas perkebunan turun sehingga berdampak terhadap omzet jamur merang sehingga turun 30%, menjadi hanya 16 kg per hari. “Kalau dijual di pasar besar masih bisa sampai 20 kg,” ujarnya.
Lihat Juga :