Petani Kopi Perempuan di Lombok Tengah Dapat Dukungan Penggunaan Renewable Energy
Selasa, 01 Agustus 2023 - 13:05 WIB
loading...
Petani kopi perempuan di Lombok Tengah dapat dukungan penggunaan Renewable Energy. Foto/Istimewa
A
A
A
LOMBOK TENGAH - Masalah lingkungan dan keberlanjutan dalam proses produksi kopi di desa Karang Sideman dan Lantan Lombok Tengah menjadi perhatian serius sejumlah kalangan. Untuk itu, Management (Insight IM) berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Energi mengadakan program Prowomen for Renewable Energy.
Direktur Utama PT Insight IM, Ekiawan Heri Primaryanto mengatakan bahwa para petani termasuk petani perempuan di desa Karang Sidemen dan Lantan saat ini masih menggunakan metode tradisional untuk proses pengeringan kopi.
Baca Juga: Di Depan Albertus Patarru, Petani Kopi Mengeluh Harga Kopi Anjlok
“Metode tradisional menggunakan oven kayu bakar atau menjemur biji kopi di area pekarangan rumah untuk pengeringan biji kopi ternyata tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tapi juga membuat biji kopi yang akan diolah rentan terhadap pertumbuhan jamur, terkontaminasi oleh aroma tanah, serta pengeringan yang tidak sempurna karena masih tergantung oleh cuaca, sehingga berpengaruh terhadap kualitas kopi yang dihasilkan,” ujar Ekiawan dalam keterangannya, Senin (31/7/2023)
Sebagai solusi alternatif atas masalah ini, Insight IM bersama Yayasan Rumah Energi mencoba mengedukasi para petani, khususnya para petani perempuan di dua desa tersebut untuk belajar beralih menggunakan energi yang ramah lingkungan.
"Dari oven kayu bakar dan menjemur kopi beralih ke pemakaian Solar Dryer Dome dan pemanfaatan PLTS Atap,” ucapnya.
Baca Juga: Jaga Keberlanjutan Kopi Indonesia, 36 Petani Kopi Bersaing di Kompetisi Internasional
Direktur Utama PT Insight IM, Ekiawan Heri Primaryanto mengatakan bahwa para petani termasuk petani perempuan di desa Karang Sidemen dan Lantan saat ini masih menggunakan metode tradisional untuk proses pengeringan kopi.
Baca Juga: Di Depan Albertus Patarru, Petani Kopi Mengeluh Harga Kopi Anjlok
“Metode tradisional menggunakan oven kayu bakar atau menjemur biji kopi di area pekarangan rumah untuk pengeringan biji kopi ternyata tidak hanya berdampak buruk terhadap lingkungan, tapi juga membuat biji kopi yang akan diolah rentan terhadap pertumbuhan jamur, terkontaminasi oleh aroma tanah, serta pengeringan yang tidak sempurna karena masih tergantung oleh cuaca, sehingga berpengaruh terhadap kualitas kopi yang dihasilkan,” ujar Ekiawan dalam keterangannya, Senin (31/7/2023)
Sebagai solusi alternatif atas masalah ini, Insight IM bersama Yayasan Rumah Energi mencoba mengedukasi para petani, khususnya para petani perempuan di dua desa tersebut untuk belajar beralih menggunakan energi yang ramah lingkungan.
"Dari oven kayu bakar dan menjemur kopi beralih ke pemakaian Solar Dryer Dome dan pemanfaatan PLTS Atap,” ucapnya.
Baca Juga: Jaga Keberlanjutan Kopi Indonesia, 36 Petani Kopi Bersaing di Kompetisi Internasional
Lihat Juga :