Di Depan Albertus Patarru, Petani Kopi Mengeluh Harga Kopi Anjlok
Selasa, 29 September 2020 - 20:16 WIB
loading...
Calon bupati Kabupaten Tana Toraja nomor urut 3, Albertus Patarru saat bertemu petani kopi di Desa Bolokan kecamatan Bittuang, Selasa(29/9/2020). Foto: SINDOnews/Joni Lembang
A
A
A
TANA TORAJA - Calon bupati Kabupaten Tana Toraja nomor urut 3, Albertus Patarru melakukan pertemuan dengan para petani kopi di Desa Bolokan kecamatan Bittuang, Selasa (29/9/2020). Di sana, Albertus mendengar keluhan para petani.
"Selama ini, pemerintah kurang perhatian kepada petani kopi . Pendampingan penyuluh pertanian tidak maksimal," ujar Obednego, salah satu petani kopi Desa Bolokan di hadapan Albertus Patarru.
Baca juga: Emak-emak di 19 Kecamatan Tana Toraja Siap Menangkan Albert-John
Obednego yang juga mantan kepala Desa Bolokan dua periode mengatakan, saat panen kopi tiba, harga kopi sering anjlok akibat dipermainkan oleh tengkulak dan pasar. Rendahnya harga kopi tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi.
Menurutnya, apabila perhatian pemerintah maksimal kepada para petani kopi, tentunya kesejahteraan petani kopi dan keluarganya juga akan meningkat. Petani pun berharap, Albertus Patarru dan pasangannya John Diplomasi memperjuangkan nasib mereka jika terpilih nanti.
"Kami berharap, jika Albert-John terpilih, petani kopi mendapat perhatian dari pemerintah. Petani juga mendapat bantuan bibit dan pupuk serta pendampingan penyuluh lebih maksimal lagi," harap Obednego.
Mendengar keluhan tersebut Albertus Patarru berjanji, jika terpilih menjadi bupati, pihaknya bakal memperjuangkan harapan dan keinginan para petani kopi.
"Selama ini, pemerintah kurang perhatian kepada petani kopi . Pendampingan penyuluh pertanian tidak maksimal," ujar Obednego, salah satu petani kopi Desa Bolokan di hadapan Albertus Patarru.
Baca juga: Emak-emak di 19 Kecamatan Tana Toraja Siap Menangkan Albert-John
Obednego yang juga mantan kepala Desa Bolokan dua periode mengatakan, saat panen kopi tiba, harga kopi sering anjlok akibat dipermainkan oleh tengkulak dan pasar. Rendahnya harga kopi tidak sebanding dengan tingginya biaya produksi.
Menurutnya, apabila perhatian pemerintah maksimal kepada para petani kopi, tentunya kesejahteraan petani kopi dan keluarganya juga akan meningkat. Petani pun berharap, Albertus Patarru dan pasangannya John Diplomasi memperjuangkan nasib mereka jika terpilih nanti.
"Kami berharap, jika Albert-John terpilih, petani kopi mendapat perhatian dari pemerintah. Petani juga mendapat bantuan bibit dan pupuk serta pendampingan penyuluh lebih maksimal lagi," harap Obednego.
Mendengar keluhan tersebut Albertus Patarru berjanji, jika terpilih menjadi bupati, pihaknya bakal memperjuangkan harapan dan keinginan para petani kopi.
Lihat Juga :