Kisah Syekh Maulana Ishaq, Wali Utusan Sultan Turki dengan Karamah Ilmu Teleportasi hingga Musnahkan Wabah
Minggu, 30 Juli 2023 - 06:14 WIB
loading...
A
A
A
Dikisahkan, kala itu wabah penyakit ‘pageblug’ yang mematikan sedang melanda negeri di Timur Pulau Jawa. Rakyatnya kala itu menderita wabah penyakit yang sangat mematikan tanpa ada seorangpun yang bisa menyembuhkan penyakit ini hingga banyak menewaskan masyarakat Blambangan. Tak hanya rakyat jelata, wabah penyakit ini merebak di Istana Kerajaan Blambangan.
Baca Juga: Kisah Sunan Kalijaga Menangkap Cahaya Petir dengan Keris Kyai Sengkelat
Bahkan, Putri Kerajaan Blambangan Dewi Sekardadu tak luput terkena penyakit mematikan ini. Kondisi ini membuat Raja Menak Sembuyu menjadi panik, dan dia berusaha melakukan berbagai upaya untuk menyembuhkan putri kesayangan dan rakyatnya tersebut.
Para dukun dan ahli pengobatan terkenal dipanggil ke istana agar bisa mengobati dan menyembuhkan penyakit Dewi Sekardadu. Namun hasilnya nihil, sehingga Prabu Menak Sembayu mengadakan sayembara dan mengumumkannya ke seantero Nusantara.
Sayembara itu menyebutkan siapa saja yang bisa melenyapkan wabah penyakit tersebut. Raja akan menikahkan pria yang berhasil menyembuhkan Dewi Sekardadu. Bahkan, mengangkatnya sebagai raja muda, serta menyerahkan setengah wilayah Kerajaan Blambangan.Baca Juga: Kisah Redanya Amarah Raden Paku kepada Prabu Menak Sembuyu Di tengah kekalutan tersebut, Patih Blambangan Bajulsengara kemudian melaporkan kepada Raja Menak Sembuyu tentang keberadaan seorang pertama aneh di Gunung Slangu. Dengan penuh keyakinan, dia meyakini pertapa aneh itu bisa menyembuhkan Dewi Sekardadu.
Akhirnya sang prabu langsung memerintahkan patihnya untuk menjemput pertapa yang dikenal Bajulsengara ini disebutkan berperilaku aneh, ternyata Syekh Maulana Ishaq.
Saat bertemu, sang patih menyampaikan pesan dari raja dan meminta bantuan menyembuhkan Dewi Sekardadu.
Mendengar apa yang disampaikan Bajulsengara, Syekh Maulana Ishaq akhirnya menyanggupi permintaan untuk menyembuhkan Dewi Sekardadu. Namun dia memberikan syarat, jika Dewi Sekardadu sembuh, maka Raja Menak Sembuyu diminta memeluk agama Islam.
Syarat tersebut disanggupi raja, demi kesembuhan putrinya. Setelah memanjatkan doa dan melakukan berbagai upaya, Syekh Maulana Ishaq akhirnya mampu menyembuhkan Dewi Sekardadu dan berhasil melenyapkan wabah mematikan itu dari Kerajaan Blambangan.
Kemudian seluruh janji yang pernah diucapkan Raja Menak Sembuyu, akhirnya direalisasikan dan Dewi Sekardadu dinikahkan dengan Syekh Maulana Ishaq, dan Raja Menak Sembuyu akhirnya memeluk agama Islam.
Baca Juga: Raden Paku, Sehari Menikah Dua Kali, Salah Satu Istrinya Putri Sunan Ampel
Sepenggal cerita rakyat itu, berkembang pesat secara lisan di masyarakat Blambangan, yang kini menjadi wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tak hanya berhasil melenyapkan wabah, kesaktian karamah seorang wali juga menjadi legenda hingga kini.
Diceritakan kala itu, Patih Baju Sengara terperanjat mendengar apa yang dikatakan sang raja, karena sewaktu dia bersama Gunung Gresik rombongannya disuruh berangkat terlebih dahulu oleh Syekh Maulana Ishak untuk segera kembali ke istana kerajaan.
Baca Juga: Kisah Sunan Kalijaga Menangkap Cahaya Petir dengan Keris Kyai Sengkelat
Bahkan, Putri Kerajaan Blambangan Dewi Sekardadu tak luput terkena penyakit mematikan ini. Kondisi ini membuat Raja Menak Sembuyu menjadi panik, dan dia berusaha melakukan berbagai upaya untuk menyembuhkan putri kesayangan dan rakyatnya tersebut.
Para dukun dan ahli pengobatan terkenal dipanggil ke istana agar bisa mengobati dan menyembuhkan penyakit Dewi Sekardadu. Namun hasilnya nihil, sehingga Prabu Menak Sembayu mengadakan sayembara dan mengumumkannya ke seantero Nusantara.
Sayembara itu menyebutkan siapa saja yang bisa melenyapkan wabah penyakit tersebut. Raja akan menikahkan pria yang berhasil menyembuhkan Dewi Sekardadu. Bahkan, mengangkatnya sebagai raja muda, serta menyerahkan setengah wilayah Kerajaan Blambangan.Baca Juga: Kisah Redanya Amarah Raden Paku kepada Prabu Menak Sembuyu Di tengah kekalutan tersebut, Patih Blambangan Bajulsengara kemudian melaporkan kepada Raja Menak Sembuyu tentang keberadaan seorang pertama aneh di Gunung Slangu. Dengan penuh keyakinan, dia meyakini pertapa aneh itu bisa menyembuhkan Dewi Sekardadu.
Akhirnya sang prabu langsung memerintahkan patihnya untuk menjemput pertapa yang dikenal Bajulsengara ini disebutkan berperilaku aneh, ternyata Syekh Maulana Ishaq.
Saat bertemu, sang patih menyampaikan pesan dari raja dan meminta bantuan menyembuhkan Dewi Sekardadu.
Mendengar apa yang disampaikan Bajulsengara, Syekh Maulana Ishaq akhirnya menyanggupi permintaan untuk menyembuhkan Dewi Sekardadu. Namun dia memberikan syarat, jika Dewi Sekardadu sembuh, maka Raja Menak Sembuyu diminta memeluk agama Islam.
Syarat tersebut disanggupi raja, demi kesembuhan putrinya. Setelah memanjatkan doa dan melakukan berbagai upaya, Syekh Maulana Ishaq akhirnya mampu menyembuhkan Dewi Sekardadu dan berhasil melenyapkan wabah mematikan itu dari Kerajaan Blambangan.
Kemudian seluruh janji yang pernah diucapkan Raja Menak Sembuyu, akhirnya direalisasikan dan Dewi Sekardadu dinikahkan dengan Syekh Maulana Ishaq, dan Raja Menak Sembuyu akhirnya memeluk agama Islam.
Baca Juga: Raden Paku, Sehari Menikah Dua Kali, Salah Satu Istrinya Putri Sunan Ampel
Sepenggal cerita rakyat itu, berkembang pesat secara lisan di masyarakat Blambangan, yang kini menjadi wilayah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Tak hanya berhasil melenyapkan wabah, kesaktian karamah seorang wali juga menjadi legenda hingga kini.
Diceritakan kala itu, Patih Baju Sengara terperanjat mendengar apa yang dikatakan sang raja, karena sewaktu dia bersama Gunung Gresik rombongannya disuruh berangkat terlebih dahulu oleh Syekh Maulana Ishak untuk segera kembali ke istana kerajaan.
Lihat Juga :