Soal Kasus KDRT dan Pemerkosaan di Medan, Begini Respons Anggota DPR
Kamis, 27 Juli 2023 - 07:30 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Foto/SINDOnews
A
A
A
MEDAN - Viral dugaan kasus KDRT terhadap seorang ibu bernama Deasy Natalia yang diunggah akun @nayya_annesa serta dugaanpelecehan seksualterhdap anaknya yang masih berusia 4 tahun oleh pemilik kost tempat ia tinggal.
Terduga korban mengaku dirinya sudah melapor ke Polrestabes Medan tapi belum ada kejelasan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi untuk segera menangani laporan ini sesuai dengan aturan yang berlaku, mengusut tuntas dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Viral Video Preman Bersenjata Martil Ancam dan Peras Pedagang di Kota Medan
“Lagi-lagi, kita mendengar kasus viral soal tindakan kriminal terhadap perempuan. Khusus kasus ini, saya meminta Pak Kapolda Sumut agar segera memerintahkan jajarannya mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Sahroni dalam keterangannya, Kamis (27/7/2023).
”Jangan sampai narasi-narasi soal anaknya disuruh bersaksi terdengar lagi oleh kita semua, karena hal itu sangat memalukan institusi Polri. Seperti bukan penegak hukum saja,” sambungnya.
Sahroni pun meminta polisi agar menindak pelaku pemerkosaan anak, sekaligus juga pelaku KDRT terhadap terduga korban yang tentunya meninggalkan trauma mendalam.
Terduga korban mengaku dirinya sudah melapor ke Polrestabes Medan tapi belum ada kejelasan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi untuk segera menangani laporan ini sesuai dengan aturan yang berlaku, mengusut tuntas dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Baca Juga: Viral Video Preman Bersenjata Martil Ancam dan Peras Pedagang di Kota Medan
“Lagi-lagi, kita mendengar kasus viral soal tindakan kriminal terhadap perempuan. Khusus kasus ini, saya meminta Pak Kapolda Sumut agar segera memerintahkan jajarannya mengusut kasus ini hingga tuntas,” kata Sahroni dalam keterangannya, Kamis (27/7/2023).
”Jangan sampai narasi-narasi soal anaknya disuruh bersaksi terdengar lagi oleh kita semua, karena hal itu sangat memalukan institusi Polri. Seperti bukan penegak hukum saja,” sambungnya.
Sahroni pun meminta polisi agar menindak pelaku pemerkosaan anak, sekaligus juga pelaku KDRT terhadap terduga korban yang tentunya meninggalkan trauma mendalam.
Lihat Juga :