Misteri Pusaka Bertuah Raja Arung Palakka Berlapis Emas dan Permata
Senin, 24 Juli 2023 - 05:42 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dalam cerita-cerita rakyat, pusaka sakti tersebut sering kali muncul di atas makam dan diselimuti cahaya terang benderang. Dari kejadian-kejadian tersebut, pusaka sakti itu akhirnya dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan La Tea Ri Duni (yang tidak berkenan untuk dikebumikan).
Arung Palakka ternyata juga memiliki sepucuk tombak sakti, yang dikenal dengan sebutan La Salaga. Pegangan dan mata tombak dihiasi emas. Keberadaan tombak ini, menjadi simbol kehadiran raja.
Benda pusaka lain yang dimiliki Arung Palakka adalah, payung pusaka Kerajaan Bone hadiah dari Kerajaan Pariaman, yang merupakan wujud sikap persaudaraan antara dua kerajaan. Pusaka ini, juga menjadi perlengkapan resmi pengangkatan dan pelantikan Raja-raja Bone.
Baca juga: Unik! Dusun Wota Wati di Tepian Bengawan Solo Purba Tak Pernah Melihat Matahari Terbit dan Terbenam
Tak main-main, tongkat payung setinggi 18 ruas tersebut, terbuat dari emas. Daun payung juga bermahkotakan emas, dan dikelilingi oleh 11 anting emas yang meliputi 72 helai jari-jari dilengkapi dengan 71 buah anting-anting kecil, serta 57 buah anting besar yang terbuat dari emas. Pada kain payung, dihiasi dengan dua susun lilitan rantai emas, sebagai tanda kesatuan persaudaraan antara Kerajaan Bone dan Kerajaan Pariaman.
Arung Palakka juga memiliki selempang emas. Selempang ini berbentuk rantai-rantai yang berukuran besar, terdiri dari 63 potongan dengan panjang 1,77 meter dengan berat seluruhnya mencapai 5 kg. Dua medali emas tergantung di ujung selempang, dengan bertuliskan bahasa Belanda, sebagai tanda penghormatan kerajaan Belanda kepada Arung Palakka Raja Bone ke-15. Selempang emas ini merupakan Pusaka Kerajaan Bone yang juga hadiah dari Raja Pariaman.
Arung Palakka ternyata juga memiliki sepucuk tombak sakti, yang dikenal dengan sebutan La Salaga. Pegangan dan mata tombak dihiasi emas. Keberadaan tombak ini, menjadi simbol kehadiran raja.
Benda pusaka lain yang dimiliki Arung Palakka adalah, payung pusaka Kerajaan Bone hadiah dari Kerajaan Pariaman, yang merupakan wujud sikap persaudaraan antara dua kerajaan. Pusaka ini, juga menjadi perlengkapan resmi pengangkatan dan pelantikan Raja-raja Bone.
Baca juga: Unik! Dusun Wota Wati di Tepian Bengawan Solo Purba Tak Pernah Melihat Matahari Terbit dan Terbenam
Tak main-main, tongkat payung setinggi 18 ruas tersebut, terbuat dari emas. Daun payung juga bermahkotakan emas, dan dikelilingi oleh 11 anting emas yang meliputi 72 helai jari-jari dilengkapi dengan 71 buah anting-anting kecil, serta 57 buah anting besar yang terbuat dari emas. Pada kain payung, dihiasi dengan dua susun lilitan rantai emas, sebagai tanda kesatuan persaudaraan antara Kerajaan Bone dan Kerajaan Pariaman.
Arung Palakka juga memiliki selempang emas. Selempang ini berbentuk rantai-rantai yang berukuran besar, terdiri dari 63 potongan dengan panjang 1,77 meter dengan berat seluruhnya mencapai 5 kg. Dua medali emas tergantung di ujung selempang, dengan bertuliskan bahasa Belanda, sebagai tanda penghormatan kerajaan Belanda kepada Arung Palakka Raja Bone ke-15. Selempang emas ini merupakan Pusaka Kerajaan Bone yang juga hadiah dari Raja Pariaman.
(eyt)
Lihat Juga :