Kisah Raja Singasari Takut Dibunuh Keturunan Ken Arok, Minta Dikawal Pasukan Khusus hingga Bangun Parit Pengaman
Rabu, 19 Juli 2023 - 06:18 WIB
loading...
A
A
A
Cerita berbeda tentang kematian Anusapati, dituliskan dalam Kitab Negarakertagama. Jika dalam Kitab Pararaton Anusapati disebut tewas dibunuh Tohjaya, dalam Kitab Negarakertagama disebutkan bahwa Anusapati mati secara wajar.
Diduga, pembunuhan Anusapati tidak dituliskan dalam Kitab Negarakretagama, karena Kitab Negarakertagama merupakan naskah pujian untuk keluarga Hayam Wuruk. Tentunya, pembunuhan Anusapati yang merupakan leluhur Hayam Wuruk, dianggap sebagai sebuah aib.
Dugaan lain, Kitab Negarakertagama tidak menuliskan pembunuhan Anusapati oleh Tohjaya, karena diduga Anusapati memang benar-benar mati secara wajar. Mengingat, nama Anusapati belum pernah dijumpai dalam prasasti apapun.
Baca juga: Tangis Pecah di UMY, Ratusan Mahasiswa Gelar Doa untuk Korban Mutilasi di Sleman
Sedangkan nama Tohjaya ditemukan dalam Prasasti Mula Malurung, berangka tahun 1255. Atau hanya selisih tujuh tahun setelah kematian Anusapati. Pada prasasti tersebut, tokoh Tohjaya disebutkan menjadi Raja Kediri, menggantikan adiknya yang bernama Guningbhaya.
Pemberitaan dalam Kitab Pararaton, yang menyebutkan Tohjaya adalah Raja Tumapel atau Singasari, juga masih menjadi tanda tanya besar. Berdasarkan Prasasti Mula Malurung, tokoh Tohjaya mungkin memang tidak pernah membunuh Anusapati sesuai yang dituliskan dalam Kitab Negarakertagama. Mengingat, jika Tohjaya benar melakukan kudeta, maka sasarannya bukan Anusapati, melainkan Guningbhaya.
Diduga, pembunuhan Anusapati tidak dituliskan dalam Kitab Negarakretagama, karena Kitab Negarakertagama merupakan naskah pujian untuk keluarga Hayam Wuruk. Tentunya, pembunuhan Anusapati yang merupakan leluhur Hayam Wuruk, dianggap sebagai sebuah aib.
Dugaan lain, Kitab Negarakertagama tidak menuliskan pembunuhan Anusapati oleh Tohjaya, karena diduga Anusapati memang benar-benar mati secara wajar. Mengingat, nama Anusapati belum pernah dijumpai dalam prasasti apapun.
Baca juga: Tangis Pecah di UMY, Ratusan Mahasiswa Gelar Doa untuk Korban Mutilasi di Sleman
Sedangkan nama Tohjaya ditemukan dalam Prasasti Mula Malurung, berangka tahun 1255. Atau hanya selisih tujuh tahun setelah kematian Anusapati. Pada prasasti tersebut, tokoh Tohjaya disebutkan menjadi Raja Kediri, menggantikan adiknya yang bernama Guningbhaya.
Pemberitaan dalam Kitab Pararaton, yang menyebutkan Tohjaya adalah Raja Tumapel atau Singasari, juga masih menjadi tanda tanya besar. Berdasarkan Prasasti Mula Malurung, tokoh Tohjaya mungkin memang tidak pernah membunuh Anusapati sesuai yang dituliskan dalam Kitab Negarakertagama. Mengingat, jika Tohjaya benar melakukan kudeta, maka sasarannya bukan Anusapati, melainkan Guningbhaya.
(eyt)
Lihat Juga :