Guru MTsN 4 Rembang Urunan Belikan Ponsel Siswa Tak Mampu
Selasa, 28 Juli 2020 - 10:20 WIB
loading...
Kepala MTs Negeri 4 Rembang, Masrum menyerahkan ponsel android kepada salah satu siswi di Desa Grawan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang. Foto/iNewsTV/Musyafa Musa
A
A
A
REMBANG - Para guru MTs Negeri 4 Rembang langsung bergerak cepat, ketika mengetahui ada seorang siswi dari keluarga kurang mampu, tidak mempunyai telepon seluler (ponsel) android untuk sarana pembelajaran daring (online).
Siswi kelas VII bernama Ines Devi Lusiana, warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber ini, semula diketahui tidak memiliki ponsel android, saat pihak sekolah membagikan buku ajar ke rumah-rumah siswa. Tiap kali ada materi pelajaran dari guru, Ines ternyata menumpang melihat ponsel rekannya tetangga sekampung. (Baca juga: Pembelajaran Online Dinilai Memberatkan, Orang Tua Desak Ada Perubahan )
Kepala MTs Negeri 4 Rembang, Masrum, mengaku trenyuh melihat kejadian tersebut. Menurut dia, kalau sehari dua hari menumpang, mungkin tidak masalah. Tapi kalau sampai berbulan-bulan, dia khawatir akan berpengaruh terhadap mental anak tersebut. Maka dirinya mengajak seluruh guru iuran suka rela, guna membelikan ponsel android untuk Ines. (Baca juga: KPAI Minta Pemerintah Perhatikan Keluarga Miskin Agar Mendapatkan Akses Pendidikan )
“Orang tuanya juga nggak punya ponsel android. Kami spontanitas menggalang dana dari bapak ibu guru, akhirnya terkumpul Rp1.250.000. Bukan ponsel baru memang tapi spesifikasinya sudah bagus dan setara dengan ponsel baru. RAM-nya 4 dan bisa menunjang pembelajaran online. Ines juga kami kasih buku modul dan seragam 3 stel gratis, sementara siswa pada umumnya membeli,“ kata dia, Selasa (28/7/2020).
Masrum membenarkan saat ini proses pembelajaran masih menerapkan metode daring (online), dengan memanfaatkan aplikasi google classroom. Ia menyarankan guru untuk membatasi materi berupa video, supaya bisa menghemat kuota internet siswa.
Siswi kelas VII bernama Ines Devi Lusiana, warga Desa Grawan, Kecamatan Sumber ini, semula diketahui tidak memiliki ponsel android, saat pihak sekolah membagikan buku ajar ke rumah-rumah siswa. Tiap kali ada materi pelajaran dari guru, Ines ternyata menumpang melihat ponsel rekannya tetangga sekampung. (Baca juga: Pembelajaran Online Dinilai Memberatkan, Orang Tua Desak Ada Perubahan )
Kepala MTs Negeri 4 Rembang, Masrum, mengaku trenyuh melihat kejadian tersebut. Menurut dia, kalau sehari dua hari menumpang, mungkin tidak masalah. Tapi kalau sampai berbulan-bulan, dia khawatir akan berpengaruh terhadap mental anak tersebut. Maka dirinya mengajak seluruh guru iuran suka rela, guna membelikan ponsel android untuk Ines. (Baca juga: KPAI Minta Pemerintah Perhatikan Keluarga Miskin Agar Mendapatkan Akses Pendidikan )
“Orang tuanya juga nggak punya ponsel android. Kami spontanitas menggalang dana dari bapak ibu guru, akhirnya terkumpul Rp1.250.000. Bukan ponsel baru memang tapi spesifikasinya sudah bagus dan setara dengan ponsel baru. RAM-nya 4 dan bisa menunjang pembelajaran online. Ines juga kami kasih buku modul dan seragam 3 stel gratis, sementara siswa pada umumnya membeli,“ kata dia, Selasa (28/7/2020).
Masrum membenarkan saat ini proses pembelajaran masih menerapkan metode daring (online), dengan memanfaatkan aplikasi google classroom. Ia menyarankan guru untuk membatasi materi berupa video, supaya bisa menghemat kuota internet siswa.