Kisah Kesaktian 4 Patih Kepercayaan Kertajaya, Raja Terakhir Kerajaan Kediri

Selasa, 18 Juli 2023 - 06:11 WIB
loading...
Kisah Kesaktian 4 Patih...
Perang Ganter merupakan sebuah pertempuran antara dua penguasa Jawa rival pada awal abad ke-13. Yaitu antara Ken Arok melawan melawan Raja Kertajaya dari Kediri. Foto/Istimewa
A A A
Kertajaya merupakan raja terakhir dari Kerajaan Kediri. Pemerintahannya luluh lantak usai diserang pasukan Tumapel yang dikomandoi Ken Arok. Namun jauh sebelum itu ketika berkuasa, Kertajaya memiliki pengaruh kuat di Daha dan Kerajaan Kediri.

Sosoknya naik tahta pada 1188, bergelar Sri Maharaja Kertajaya, yang berjuluk Dandang Gendhis. Konon saat memerintah itulah ia dibantu empat orang kepercayaannya yakni mahapatih bernama Mahisa Walungan, yang merupakan adik kandung Kertajaya sendiri.

Ia juga memiliki penasehat spiritual bernama Mpu Tanakung. Dua orang lain sebagaimana merujuk pada ‘Babad Tanah Djawi’ karya Soedjipto Abimanyu adalah Gubar Baleman dan Arya Pulung yang bergelar Tunggul Ametung.

Baca Juga: Perang Ganter, Siasat Ken Arok Hancurkan Kekuasaan Raja Kediri Kertajaya

Tetapi tidak diketahui apa peran sentral keduanya di istana Kerajaan Kediri. Namun yang jelas sosok Tunggul Ametung inilah yang akhirnya dipercaya Kertajaya mengisi jabatan sebagai akuwu di Tumapel usai sejumlah kerusuhan melanda.

Nama Tunggul Ametung hanya dijumpai dalam naskah Pararaton yang dikarang ratusan tahun sesudah zaman Kediri dan Singasari. Pada zaman itu, jabatan akuwu mungkin setara dengan camat pada masa sekarang.

Konon kerusuhan yang kerap terjadi di Akuwu Tumapel berhasil diredam oleh Tunggul Ametung. Setelah Tunggul Ametung berhasil meredakan kerusuhan di Tumapel, akhirnya Kertajaya mengangkat Tunggul Ametung menjadi Akuwu di Tumapel.

Baca Juga: Kisah Kertajaya, Raja Kediri yang Mengaku Sebagai Tuhan, Tewas Oleh Serangan Mematikan Ken Arok

Tunggul Ametung mulai menata kembali Tumapel seperti sediakala. Bahkan, ada beberapa terobosan yang dilakukan oleh Tunggul Ametung di Tumapel, seperti melegalkan perjudian dan menjadikan Kutaraja sebagai sentra perdagangan.

Sehingga, Tumapel menjadi semakin terkenal dan disegani oleh daerah-daerah taklukan Kediri yang lain. Bahkan, bukan itu saja, Tunggul Ametung juga membangun istana di Tumapel yang diberi nama Pakuwon.

Pakuwon diengkapi dengan benteng, taman larangan, dan pernak-pernik Lainnya laksana Istana Kediri. Untuk memperkuat diri, Tunggul Ametung merekrut pemuda - pemuda Tumapel menjadi prajurit.

Baca Juga: Mengenal Raja-Raja di Sumenep, Masyarakat Menyebutnya Asta Tinggi

Tidak itu saja, ia juga merekrut empu-empu dari luar Tumapel untuk bekerja membuat senjata.

Salah satu empu tersebut Empu Gandring, seorang empu terkenal dari Lulumbang Tunggul Ametung membuat pasukan khusus pengawal dengan pemimpin, Kebo Ijo tangan kanan Tunggul Ametung.

Pada kitab Kakawin Pararaton disebutkan bahwa Tunggul Ametung akhirnya harus takluk dengan Ken Arok. Tunggul Ametung pun tewas di tangan Ken Arok akibat tusukan keris buatan empu di wilayahnya sendiri.

Ken Arok pula yang akhirnya membebaskan Tumapel dari cengkeraman Kerajaan Kediri. Ia lantas mengadakan pemberontakan dengan menghimpun kekuatan dari para brahmana dan kaum pendeta, serta rakyat kecil.
(ams)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Puluhan Pengusaha Katering...
Puluhan Pengusaha Katering di Kediri Tertipu 'Kerja Sama' Makan Gratis
Satu Keluarga Tenggak...
Satu Keluarga Tenggak Racun Gegara Terlilit Utang Pinjol di Kediri
Demokrat Usung Anak...
Demokrat Usung Anak Pramono Anung di Pilkada Kediri dan Istri Azwar Anas di Banyuwangi
Rekomendasi
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Hakim: Kerugian Negara...
Hakim: Kerugian Negara Akibat Kasus Chromebook Nadiem Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved