Kementan Serahkan 2 Agroeduwisata di Cianjur ke Kelompok Tani
Sabtu, 15 Juli 2023 - 19:34 WIB
loading...
Kementan menyerahkan pengelolaan dua agroeduwisata di Kabuaten Cianjur kepada poktan. Agroeduwisata ini mulai dikembangan pertengahan 2022. Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
CIANJUR - Kementerian Pertanian (Kementan) menyerahkan pengelolaan dua agroeduwisata di Kabuaten Cianjur kepada kelompok tani (poktan). Agroeduwisata ini mulai dikembangan pertengahan 2022.
Keberadaan agroeduwisata diharapkan membantu meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani yang terampil dan mandiri. Khususnya di bidang usaha pertanian dengan memanfaatkan berbagai potensi sumberdaya wisata pertanian di daerah itu.
Kedua agroeduwisata tersebut yakni Agroeduwisata Artala di Cipanas dan Agroeduwisata Shmala di Warung Kondang, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang. Kawasan agroeduwisata ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.
”Karena agroeduwisata ini mempunyai potensi jumlah kunjungan wisata sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi di daerah sekitarnya dan sekaligus dapat memberikan edukasi terkait dunia pertanian kepada masyarakat luas,”kata Sesditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Hermanto, Sabtu (15/7/2023)
Hermanto mengatakan, konsep agroeduwisata hadir sebagai salah satu wujud optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian. Agroeduwisata merupakan integrasi usaha pertanian (agro), ilmu pengetahuan dan keterampilan (edutourism) dan rekreasi lingkungan pertanian (ekotourism) yang dikembangkan secara berkelanjutan.
Keberadaan agroeduwisata diharapkan membantu meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani yang terampil dan mandiri. Khususnya di bidang usaha pertanian dengan memanfaatkan berbagai potensi sumberdaya wisata pertanian di daerah itu.
Kedua agroeduwisata tersebut yakni Agroeduwisata Artala di Cipanas dan Agroeduwisata Shmala di Warung Kondang, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang. Kawasan agroeduwisata ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga.
”Karena agroeduwisata ini mempunyai potensi jumlah kunjungan wisata sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi di daerah sekitarnya dan sekaligus dapat memberikan edukasi terkait dunia pertanian kepada masyarakat luas,”kata Sesditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Hermanto, Sabtu (15/7/2023)
Hermanto mengatakan, konsep agroeduwisata hadir sebagai salah satu wujud optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian. Agroeduwisata merupakan integrasi usaha pertanian (agro), ilmu pengetahuan dan keterampilan (edutourism) dan rekreasi lingkungan pertanian (ekotourism) yang dikembangkan secara berkelanjutan.
Lihat Juga :