Operasi Patuh Jaya 2023, Pemotor Melawan Arus Jadi Sorotan

Jum'at, 14 Juli 2023 - 21:59 WIB
loading...
Operasi Patuh Jaya 2023,...
Polda Metro Jaya mencatat pelanggaran terbanyak yang ditemukan selama Operasi Patuh Jaya 2023, yakni tidak menggunakan helm dan melawan arus. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Polda Metro Jaya mencatat pelanggaran terbanyak yang ditemukan selama Operasi Patuh Jaya 2023 , yakni tidak menggunakan helm dan melawan arus. Kedua pelanggaran ini termasuk paling berbahaya bagi keselamatan si pengendara.

Direktur lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman mengatakan, pelanggaran berlalu lintas tersebut termasuk kategori paling berbahaya.

Dia menyebutkan banyak pelanggaran tersebut ditemukan di beberapa lokasi yang tersebar di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

"Di beberapa titik tempat seperti Jalan Hayam Wuruk (Jakarta Pusat), Jalan Tendean (Jakarta Selatan), juga Daan Mogot (Jakarta Barat), ini masih ada beberapa tempat yang memang perlu pengawasan," ungkap Latif di Polda Metro Jaya, Jumat (14/7/2023).

Berdasarkan laporan yang dia terima, pelanggaran melawan arus paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua. "Paling banyak motor, kalau mobil jarang. Memang sepeda motor ini yang banyak melawan arus," terangnya.

Baca Juga: Catat! Operasi Patuh Jaya 2023 Polda Metro Jaya Fokus Jalan Protokol

Dia menyayangkan sikap pengendara yang masih nekat melakukan pelanggaran tersebut itu. Semestinya, tanpa ada polisi yang berjaga, tidak perlu melawan arus, lantaran membahayakan diri sendiri.

"Sebetulnya ini kan tidak perlu ada polisi, tapi butuh kesadaran. Karena rambu-rambu jelas, dan bahayanya pun sudah jelas. Ini yang menjadi sorotan kita," kata Latif.

Secara umum, kata Latif, belum ditemukan kejadian menonjol selama pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2023. Umumnya pelanggar bersikap kooperatif ketika terjaring operasi. Yang banyak sekadar beradu argumentasi dengan petugas.

"Untuk sampai saat ini, alhamdulillah belum ada yang istilahnya ngeyel. Mereka berargumentasi wajarlah, tapi tidak ada yang jadi perhatian khusus," tutupnya.
(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
Korlantas Gelar Operasi...
Korlantas Gelar Operasi Patuh mulai 8 Juni, Pelanggaran Pelat Nomor Bakal Jadi Target
Rekomendasi
Ketua BEM FH UBK yang...
Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Dasco: InsyaAllah Pemadaman...
Dasco: InsyaAllah Pemadaman Listrik Tak Terjadi Lagi Pekan Ini
Berita Terkini
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
8 Fakta Kasus Penyekapan...
8 Fakta Kasus Penyekapan dan Penyiksaan Taufik Hidayat, Korban Hilang Sejak 2 Tahun Lalu
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved