Pandemi Jadi Tantangan Wujudkan RI Layak Anak 2030

Senin, 27 Juli 2020 - 18:43 WIB
loading...
Pandemi Jadi Tantangan...
Pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri untuk mewujudkan RI layak anak 2030. Foto: Sindonews/dok
A A A
JAKARTA - Indonesia menargetkan menjadi salah satu negara layak anak pada 2030. Dari 270 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sekitar 80 juta anak yang mesti dijamin mendapat hak hidup yang layak.

Target menuju negara layak anak telah digagas sejak 2006. Saat ini sudah ada 247 kabupaten/kota di Tanah Air yang menginisiasi Kota Layak Anak (KLA) . Sedangkan 516 kabupaten/kota lain masih dalam proses menuju KLA.

Baca Juga: Bobby Nasution Sebut Hari Anak Nasional sebagai Refleksi Kemajuan Bangsa

Kabupaten atau kota dapat dikatakan layak anak bila mempunyai sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Ada lima klaster yang harus dipenuhi untuk bisa menyebut kabupaten atau kota layak anak, salah satunya pemenuhan hak atas pendidikan.

Namun, keadilan dalam memperoleh pendidikan dalam rangka pengembangan pribadi dan tingkat kecerdasan anak mendapat tantangan berat seiring pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020.

Saat ini banyak anak-anak yang terancam tidak mendapatkan layanan pendidikan memadai setelah sistem belajar tatap muka sekolah ditiadakan demi mencegah penularan virus Corona.

Sistem pendidikan jarak jauh melalui daring, tidak bisa diterapkan di sebagian daerah atau sekolah karena keterbatasan akses dan infrastruktur jaringan internet.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Delis Jukarson Hehi mengatakan, selain efektivitas pendidikan daring saat ini yang masih perlu dievaluasi, masalah infrastruktur yang terbatas ini pekerjaan rumah yang harus diatasi.

“Dalam kondisi normal saja pendidikan di daerah-daerah terpencil bermasalah dengan ketersediaan akses dan insfratuktur. Apalagi saat ini proses pendidikan memasuki masa krisis karena dibatasi oleh pandemi,” tutur Delis dalam seminar virtual yang digelar DPP GSKI, Sabtu (25/7/2020) dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2020.

Pernyataan Delis sejalan dengan keterangan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Fidiansjah yang menyebut 32% siswa tidak punya akses untuk proses belajar di rumah selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Terkait fakta tersebut, Delis mengatakan, pemerintah dan guru di Indonesia perlu memikirkan kembali cara-cara kreatif dan inovatif agar siswa tetap mendapatkan haknya. Jangan sampai ada anak yang mendapat perlakuan diskriminatif dalam pendidikan di masa pandemi ini.

“Terlebih soal kesehatan fisik dan mental anak juga merupakan hal yang harus diperhatikan saat pembelajaraan anak di rumah,” ujarnya.

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Seto Mulyadi mengingatkan pentingnya peran orang tua di tengah kondisi saat ini. Saat belajar di rumah orang tua perlu mengajar anak menjadi kreatif.

“Orangtua diharapkan memiliki pengetahuan dan perhatian penuh terhadap pola pembelajaraan yang ramah anak ketika di rumah. Konsep merdeka belajar, belajar tidak dengan kekerasan, belajar dan berkreativitas sesuai keahilan dan potensi masing-masing anak,” ujarnya pada seminar yang sama.

Baca Juga: Peringatan Hari Anak Nasional, Menristek Tekankan Pentingnya IPTEK

Dia juga menekankan bahwa anak bukan individu dewasa ini sehingga memarahi anak dengan cara yang berlebih, apalagi ditambah dengan munculnya pandemi, bisa berakibat pada minimnya ruang-ruang interaksi sosial anak dengan teman seusianya.

Itu dapat merusak struktur pskilogi anak dan berdampak langsung pada proses tumbuh kembangnya.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Badikenita Sitepu, mengungkapkan pentingnya pemerataan infrastruktur pendukung pendidikan bagi anak–anak di Indonesia.

Penekanan senator asal Provinsi Sumatera Selatan ini sejalan dengan data potensi desa yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) 2018. Disparitas infrastruktur pendukung kegiatan belajar seperti internet dan televisi di setiap daerah memang masih terjadi, terutama di Indonesia Timur.

Di Papua terdapat 81,3% desa yang tidak memiliki sinyal telepon seluler maupun sinyal internet. Posisi kedua Papua Barat (68,7%), disusul Maluku (58,2%). Hal ini menurut Badikenita perlu pembenahan.

Bahkan, orang tua di kota besar saja masih ada yang belum mampu mengakses koneksi internet untuk pendidikan anaknya tanpa gangguan. Ada juga yang belum mampu menyediakan gawai bagi anaknya untuk mengikuti pendidikan daring.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemuda Perindo Bagikan...
Pemuda Perindo Bagikan Alat Tulis ke Anak-anak Petamburan: Anak Lambang Masa Depan
Pemuda Perindo Gelar...
Pemuda Perindo Gelar Perayaan Hari Anak Nasional, Warga Terbantu
Pemuda Perindo Merayakan...
Pemuda Perindo Merayakan Hari Anak Nasional Bareng Warga Petamburan
Perayaan Hari Anak Nasional...
Perayaan Hari Anak Nasional di Menteng Dalam Dimeriahkan Kegiatan Sosial dan Edukasi
Peringatan Hari Anak...
Peringatan Hari Anak Nasional 2025, Pj Gubernur Papua Salurkan CSR Bantuan Sekolah
Hari Anak Nasional di...
Hari Anak Nasional di Bandung, Otsuka Gandeng Puluhan Perusahaan Dukung Eliminasi Tuberkulosis 2030
5.000 Anak Meriahkan...
5.000 Anak Meriahkan Hari Anak Nasional Bersama McDonald’s di 8 Kota Besar
Konser Anak Indonesia...
Konser Anak Indonesia Hebat: Panggung Kreativitas dan Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
Lindungi Anak dari DBD...
Lindungi Anak dari DBD Wujudkan Generasi Sehat di Hari Anak Nasional 2025
Rekomendasi
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Berita Terkini
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved