Kesaktian Kyai Cokro, Pusaka Andalan Pangeran Diponegoro Simbol Melawan Kebatilan dan Kezaliman
Minggu, 09 Juli 2023 - 10:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, terdapat pendapat bahwa Kanjeng Kyai Cokro merupakan sebuah pataka, bersimbol matahari dengan empat bintang dan dua bulan.
Hal ini dapat diartikan sebagai perlambang suatu perhimpunan atau pergerakan yang merefleksikan sebuah perjuangan melawan kebatilan dan kezaliman, dengan harapan keselamatan dunia serta akhirat untuk para pengikut Pangeran Diponegoro.
Baca juga: Kisah Kiai Bondoyudo, Pusaka Pangeran Diponegoro yang Menggetarkan Kolonial Belanda
"Nama Kanjeng Kyai Cokro sendiri merujuk pada bentuknya, berupa cakra, yang dipakai dalam prosesi pelantikan Pangeran Diponegoro menjadi Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Abdul Hamid Herucakra Kabirul Mukminin Khalifatu Rasulillah Ats Tsani Ratu Paneteg Panatagama Satanah Jawi," urainya.
Pandu menjelaskan, seorang pangeran tak dapat memberikan perintah kepada sesama pangeran. Guna mempermudah rantai komando organisasi, maka gelar tersebut disematkan dan digunakan Pangeran Diponegoro sebagai penanda Pemimpin Tertinggi Perang Jawa.
Sosok Pangeran Diponegoro lahir 11 November 1785 dan wafat pada 8 Januari 1855. Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa selama periode 1825 hingga 1830.
Hal ini dapat diartikan sebagai perlambang suatu perhimpunan atau pergerakan yang merefleksikan sebuah perjuangan melawan kebatilan dan kezaliman, dengan harapan keselamatan dunia serta akhirat untuk para pengikut Pangeran Diponegoro.
Baca juga: Kisah Kiai Bondoyudo, Pusaka Pangeran Diponegoro yang Menggetarkan Kolonial Belanda
"Nama Kanjeng Kyai Cokro sendiri merujuk pada bentuknya, berupa cakra, yang dipakai dalam prosesi pelantikan Pangeran Diponegoro menjadi Ingkang Sinuwun Kangjeng Sultan Abdul Hamid Herucakra Kabirul Mukminin Khalifatu Rasulillah Ats Tsani Ratu Paneteg Panatagama Satanah Jawi," urainya.
Pandu menjelaskan, seorang pangeran tak dapat memberikan perintah kepada sesama pangeran. Guna mempermudah rantai komando organisasi, maka gelar tersebut disematkan dan digunakan Pangeran Diponegoro sebagai penanda Pemimpin Tertinggi Perang Jawa.
Sosok Pangeran Diponegoro lahir 11 November 1785 dan wafat pada 8 Januari 1855. Pangeran Diponegoro memimpin Perang Jawa selama periode 1825 hingga 1830.
Lihat Juga :