Santri Ganjar Sosialisasi Pentingnya Konsumsi Air Bersih di Ponpes Assalafiyah
Jum'at, 07 Juli 2023 - 22:56 WIB
loading...
Relawan SDG Lampung menyosialisasikan pengelolaan air minum berkualitas di Ponpes Assalafiyah, Banjarsari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Kamis (6/7/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
WAY KANAN - Relawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Lampung menyosialisasikan pengelolaan air minum berkualitas. Kegiatan ini bagian dari mengampanyekan pola hidup sehat.
Kepala Divisi (Kadiv) Massa SDG Lampung Arisandi mengatakan air bersih menjadi salah satu indikator kesehatan bagi masyarakat. Apalagi air itu dikonsumsi setiap hari. Menurut dia, banyak santri yang kurang memahami pentingnya air bersih untuk dikonsumsi.
"Sosialisasi ini kami anggap penting makanya kami adakan di sini karena memang kurangnya paham dan banyak santri yang masih menyepelekan air bersih. Air bersih itu salah satu indikator kesehatan," katanya di Ponpes Assalafiyah, Banjarsari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Kamis (6/7/2023).
Dalam penyuluhan itu, para santri diedukasi tentang cara membedakan air minum yang layak konsumsi dan yang tidak. Tujuannya agar mereka terhindar dari penyakit karena mengonsumsi air yang penuh bakteri.
"Dijelaskan bahaya air yang tidak layak konsumsi, minuman kemasan yang berdampak terhadap kesehatan manusia. Termasuk manfaat air bersih untuk mereka," ungkapnya.
Arisandi berharap setelah diberi penyuluhan ini, para santri dan masyarakat sekitar lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Terutama memperhatikan air yang mereka konsumsi.
Untuk meningkatkan kesehatan, SDG Lampung membantu renovasi tempat mandi, cuci, kakus (MCK) serta tempat wudhu di ponpes tersebut. "Kami memberikan beberapa bantuan bahan bangunan seperti pasir, semen, dan keramik lantai,” ujarnya.
Kepala Divisi (Kadiv) Massa SDG Lampung Arisandi mengatakan air bersih menjadi salah satu indikator kesehatan bagi masyarakat. Apalagi air itu dikonsumsi setiap hari. Menurut dia, banyak santri yang kurang memahami pentingnya air bersih untuk dikonsumsi.
"Sosialisasi ini kami anggap penting makanya kami adakan di sini karena memang kurangnya paham dan banyak santri yang masih menyepelekan air bersih. Air bersih itu salah satu indikator kesehatan," katanya di Ponpes Assalafiyah, Banjarsari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Kamis (6/7/2023).
Dalam penyuluhan itu, para santri diedukasi tentang cara membedakan air minum yang layak konsumsi dan yang tidak. Tujuannya agar mereka terhindar dari penyakit karena mengonsumsi air yang penuh bakteri.
"Dijelaskan bahaya air yang tidak layak konsumsi, minuman kemasan yang berdampak terhadap kesehatan manusia. Termasuk manfaat air bersih untuk mereka," ungkapnya.
Arisandi berharap setelah diberi penyuluhan ini, para santri dan masyarakat sekitar lebih peduli terhadap kesehatan mereka. Terutama memperhatikan air yang mereka konsumsi.
Untuk meningkatkan kesehatan, SDG Lampung membantu renovasi tempat mandi, cuci, kakus (MCK) serta tempat wudhu di ponpes tersebut. "Kami memberikan beberapa bantuan bahan bangunan seperti pasir, semen, dan keramik lantai,” ujarnya.
Lihat Juga :