Balita Meninggal Terlambat Ditangani, Perindo: Fasilitas Kesehatan Daerah Terpencil Harus Ditingkatkan
Kamis, 06 Juli 2023 - 20:10 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, karena lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan dan minimnya sinyal telepon, kemungkinan untuk mendapatkan pertolongan medis secara cepat dan tepat menjadi terbatas.
Baca juga: Tragis! Balita Tewas Terperosok ke Dalam Sumur saat Bermain HP
"Kisah ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, termasuk pembenahan infrastruktur transportasi dan akses komunikasi. Upaya ini akan membantu masyarakat setempat mendapatkan akses lebih mudah ke fasilitas medis dan dukungan ketika menghadapi situasi darurat," ucap Ike.
Menurut politisi Partai Perindo--partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu--, kisah sedih meninggalnya MTA ini harus menjadi kasus yang terakhir kalinya.
Kedua orang tua balita harus membawa balitanya ke desa lain supaya bisa mendapatkan pertolongan kesehatan. Hal ini menjadi ironi sebab masyarakat desa sulit mendapatkan akses kesehatan karena belum tersebar merata ke seluruh desa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, jumlah puskesmas yang tersedia per tahun 2022 hanya sebanyak 230. Jumlah ini justru menurun jauh dari dua tahun sebelumnya yaitu 343 pada tahun 2020 dan 345 pada tahun 2021.
Baca juga: Tragis! Balita Tewas Terperosok ke Dalam Sumur saat Bermain HP
"Kisah ini juga mengingatkan kita tentang pentingnya peningkatan fasilitas kesehatan di daerah terpencil, termasuk pembenahan infrastruktur transportasi dan akses komunikasi. Upaya ini akan membantu masyarakat setempat mendapatkan akses lebih mudah ke fasilitas medis dan dukungan ketika menghadapi situasi darurat," ucap Ike.
Menurut politisi Partai Perindo--partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 2024 itu--, kisah sedih meninggalnya MTA ini harus menjadi kasus yang terakhir kalinya.
Kedua orang tua balita harus membawa balitanya ke desa lain supaya bisa mendapatkan pertolongan kesehatan. Hal ini menjadi ironi sebab masyarakat desa sulit mendapatkan akses kesehatan karena belum tersebar merata ke seluruh desa.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, jumlah puskesmas yang tersedia per tahun 2022 hanya sebanyak 230. Jumlah ini justru menurun jauh dari dua tahun sebelumnya yaitu 343 pada tahun 2020 dan 345 pada tahun 2021.
Lihat Juga :