Datangi Kejari Ogan Ilir, Puluhan Warga Tuntut Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Desa
Selasa, 04 Juli 2023 - 13:12 WIB
loading...
Puluhan warga melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kejari Ogan Ilir, untuk menuntut pengusutan dugaan oungutan liar (Pungli) dan korupsi dana desa. Foto/iNews TV/Fitriadi
A
A
A
OGAN ILIR - Puluhan warga Desa Tanjung Serian, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Igan Ilir, Sumatera Selatan, mendatangi Kejari Ogan Ilir. Mereka menuntut pengusutan dugaan pungutan liar (Pungli), dan korupsi dana desa.
Baca juga: Habiskan Dana Desa Rp898 Juta untuk Main Ranjang, Pj Kades Divonis 6 Tahun Penjara
Pungli tersebut, diduga dilakukan oleh kepala desa (Kades) saat penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah. Kedatangan puluhan warga di Kantor Kejari Ogan Ilir, didampingi Ormas gerakan Tuntutan Rakyat Sumsel.
"Kami datang ke Kejari Ogan Ilir, untuk menuntut keadilan, serta pengusutan secara tuntas dugaan pungli dalam penyaluran beras BPNT, dan korupsi dana desa," tegas Ketua Ormas Gerakan Tuntutan Rakyat Sumsel, Rinaldi Davinsi.
Baca juga: Kisah Kesaktian Bajulgiling, Pusaka Andalan Jaka Tingkir yang Bisa Tundukkan Puluhan Buaya
Rinaldi menyebut, pungli saat pembagian beras BPNT tersebut, nilainya mencapai Rp10 ribu per orang. Pembagian beras dilakukan di rumah kades, sehingga sangat memberatkan warga yang harusnya dibantu dalam penyaluran beras BPNT.
Baca juga: Miris! Ketua RW Aniaya Warga hingga Tewas Hanya Gara-gara Curi Kunyit
Terkait dugaan korupsi dana desa, menurut Rinaldi salah satunya terindikasi dari penggunaan anggaran untuk kegiatan ketahanan pangan berupa keramba ikan. "Realisasinya tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan, dan penggelolaannya didominasi oleh keluarga kades," tegasnya.
Baca juga: Habiskan Dana Desa Rp898 Juta untuk Main Ranjang, Pj Kades Divonis 6 Tahun Penjara
Pungli tersebut, diduga dilakukan oleh kepala desa (Kades) saat penyaluran beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari pemerintah. Kedatangan puluhan warga di Kantor Kejari Ogan Ilir, didampingi Ormas gerakan Tuntutan Rakyat Sumsel.
"Kami datang ke Kejari Ogan Ilir, untuk menuntut keadilan, serta pengusutan secara tuntas dugaan pungli dalam penyaluran beras BPNT, dan korupsi dana desa," tegas Ketua Ormas Gerakan Tuntutan Rakyat Sumsel, Rinaldi Davinsi.
Baca juga: Kisah Kesaktian Bajulgiling, Pusaka Andalan Jaka Tingkir yang Bisa Tundukkan Puluhan Buaya
Rinaldi menyebut, pungli saat pembagian beras BPNT tersebut, nilainya mencapai Rp10 ribu per orang. Pembagian beras dilakukan di rumah kades, sehingga sangat memberatkan warga yang harusnya dibantu dalam penyaluran beras BPNT.
Baca juga: Miris! Ketua RW Aniaya Warga hingga Tewas Hanya Gara-gara Curi Kunyit
Terkait dugaan korupsi dana desa, menurut Rinaldi salah satunya terindikasi dari penggunaan anggaran untuk kegiatan ketahanan pangan berupa keramba ikan. "Realisasinya tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan, dan penggelolaannya didominasi oleh keluarga kades," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :