Intensitas Gempa Guguran Menurun, Warga Tetap Dilarang Dekati Kawah Gunung Karangetang
Minggu, 02 Juli 2023 - 12:53 WIB
loading...
Gempa guguran dari kawah Gunung Karangetang, mulai mengalami penurunan. Foto/Dok. magma.esdm.go.id
A
A
A
SITARO - Gempa guguran yang menandai terjadinya guguran lava pijar dari kawah Gunung Karangetang mengalami penurunan sepanjang 12 jam pengamatan, Minggu (2/7/2023). Dilansir dari magma.esdm.go.id, gempa guguran turun dari 48 kali, menjadi 20 kali.
Baca juga: Pergerakan Magma ke Permukaan Masih Terjadi di Perut Gunung Karangetang
Dari laporan tertulis dari petugas pengamatan Gunung Karangetan, Vieko Kristianse Rompas yang pada laman diunggah magma.esdm.go.id, disebutkan sepanjang pukul 00.00-06.00 Wita, gempa guguran dari kawah Gunung Karangetang mencapai sebanyak 48 kali. Sementara pada pukul 06.00-12.00 Wita, menurun menjadi 20 kali.
Meski demikian, tercatat masih terekam adanya gepa tremor menerus yang menandai adanya pergerakan magma dari perut bumi, ke permukaan Gunung Karangetang. Gempa tremor menerus terjadi satu kali sepanjang pukul 00.00-06.00 Wita, dan satu kali pada pukul 06.00-12.00 Wita.
Baca juga: Pergerakan Magma ke Permukaan Masih Terjadi di Perut Gunung Karangetang
Dari laporan tertulis dari petugas pengamatan Gunung Karangetan, Vieko Kristianse Rompas yang pada laman diunggah magma.esdm.go.id, disebutkan sepanjang pukul 00.00-06.00 Wita, gempa guguran dari kawah Gunung Karangetang mencapai sebanyak 48 kali. Sementara pada pukul 06.00-12.00 Wita, menurun menjadi 20 kali.
Meski demikian, tercatat masih terekam adanya gepa tremor menerus yang menandai adanya pergerakan magma dari perut bumi, ke permukaan Gunung Karangetang. Gempa tremor menerus terjadi satu kali sepanjang pukul 00.00-06.00 Wita, dan satu kali pada pukul 06.00-12.00 Wita.
Lihat Juga :