Satu Keluarga di Bogor Positif COVID-19, Dinkes Nilai Akibat Tidak Jujur
Minggu, 26 Juli 2020 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, pihaknya melakukan tracing dibantu tim detektif COVID-19, baik yang kontak satu rumah, di rumah sakit semuanya dilakukan swab test. “Hasilnya, dari orang serumah ada 5 orang yang terkonfirmasi positif, yaitu istrinya, anaknya, menantunya, dan dua cucunya,” sebutnya.
Saat ini kata Sri, jumlah kontak erat yang dilacak ada 97 orang, 95 orang di antaranya sudah dilakukan swab test dan 2 orang sedang dijadwalkan. Secara keseluruhan sementara ini ada 8 orang yang positif (5 anggota keluarganya, 1 riwayat kontak erat dan 2 warga Kabupaten Bogor). “Dari 95 orang yang sudah dilakukan swab test, 56 orang belum keluar hasilnya. Total sementara ada 8 orang positif, 31 negatif,” katanya.
Sri menekankan semua pihak untuk menjadi perhatian atas temuan kasus tersebut. Sebab, penularan dalam rumah tangga masuk klaster baru meskipun ini awalnya dari luar daerah. “Jadi, perlu kejujuran kepada petugas medis apabila memang ada kontak erat dengan yang positif. Ketika tidak jujur maka akan menularkan,” tegasnya.
Selain melakukan tracing, baik satu rumah, lingkungan sekitarnya, termasuk di faskes yang pernah kontak, pihaknya sudah melakukan desinfeksi. “Kepada yang positif langsung kita isolasikan ke rumah sakit. Ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penularan dan tentunya dengan swab test masif,” katanya.
Pihaknya, meminta bagi setiap anggota keluarga yang pulang bepergian dari luar kota diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Kemudian, ketika berobat harus menceritakan dengan jujur riwayat perjalanan keluar kota atau ada riwayat kontak dengan orang sakit yang diduga COVID-19 dan terakhir, pemakaman kasus probable dan kasus positif COVID-19 diimbau untuk tidak dihadiri oleh banyak orang.
Saat ini kata Sri, jumlah kontak erat yang dilacak ada 97 orang, 95 orang di antaranya sudah dilakukan swab test dan 2 orang sedang dijadwalkan. Secara keseluruhan sementara ini ada 8 orang yang positif (5 anggota keluarganya, 1 riwayat kontak erat dan 2 warga Kabupaten Bogor). “Dari 95 orang yang sudah dilakukan swab test, 56 orang belum keluar hasilnya. Total sementara ada 8 orang positif, 31 negatif,” katanya.
Sri menekankan semua pihak untuk menjadi perhatian atas temuan kasus tersebut. Sebab, penularan dalam rumah tangga masuk klaster baru meskipun ini awalnya dari luar daerah. “Jadi, perlu kejujuran kepada petugas medis apabila memang ada kontak erat dengan yang positif. Ketika tidak jujur maka akan menularkan,” tegasnya.
Selain melakukan tracing, baik satu rumah, lingkungan sekitarnya, termasuk di faskes yang pernah kontak, pihaknya sudah melakukan desinfeksi. “Kepada yang positif langsung kita isolasikan ke rumah sakit. Ini salah satu upaya kita memutus mata rantai penularan dan tentunya dengan swab test masif,” katanya.
Pihaknya, meminta bagi setiap anggota keluarga yang pulang bepergian dari luar kota diimbau untuk melakukan isolasi mandiri. Kemudian, ketika berobat harus menceritakan dengan jujur riwayat perjalanan keluar kota atau ada riwayat kontak dengan orang sakit yang diduga COVID-19 dan terakhir, pemakaman kasus probable dan kasus positif COVID-19 diimbau untuk tidak dihadiri oleh banyak orang.
(wib)
Lihat Juga :