Kisah Cahyo Widodo, Difabel Semarang yang Kini Punya Banyak Warung
Minggu, 26 Juli 2020 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
Sebelumnya, Dodo telah mengalami jatuh bangun dalam membangun usaha warung sejak tahun 2001 silam. Sayangnya, semua usaha warung tersebut gagal karena tidak bisa berkembang.
Pantang menyerah, ia kemudian mencoba bersinergi dengan platform digital GrabKios dan memanfaatkan teknologi serta strategi pemasaran lewat digital dengan GrabKios.
"Saya mengubah konsep warung dengan menambahkan tempat nongkrong agar pembeli bisa minum kopi dan bersantai sejenak di tempat saya. Sambil melayani pembeli, saya rajin menawarkan isi pulsa atau membayar tagihan melalui aplikasi," ungkap Dodo.
Ia menuturkan, ketika awal menjadi Agen GrabKios, dirinya sempat mengalami kebingungan apabila ada orang yang ingin bertransaksi secara digital.
"Saya ikuti program #TerusUsaha belajar menggunakan ponsel. Setelah bisa dan terbiasa menggunakan aplikasi, saya pun rutin membuat status di WhatsApp (WA) untuk memberitahu bahwa di warung saya sudah bisa melakukan isi ulang pulsa, membeli token listrik, serta membayar berbagai tagihan," ungkapnya.
Pantang menyerah, ia kemudian mencoba bersinergi dengan platform digital GrabKios dan memanfaatkan teknologi serta strategi pemasaran lewat digital dengan GrabKios.
"Saya mengubah konsep warung dengan menambahkan tempat nongkrong agar pembeli bisa minum kopi dan bersantai sejenak di tempat saya. Sambil melayani pembeli, saya rajin menawarkan isi pulsa atau membayar tagihan melalui aplikasi," ungkap Dodo.
Ia menuturkan, ketika awal menjadi Agen GrabKios, dirinya sempat mengalami kebingungan apabila ada orang yang ingin bertransaksi secara digital.
"Saya ikuti program #TerusUsaha belajar menggunakan ponsel. Setelah bisa dan terbiasa menggunakan aplikasi, saya pun rutin membuat status di WhatsApp (WA) untuk memberitahu bahwa di warung saya sudah bisa melakukan isi ulang pulsa, membeli token listrik, serta membayar berbagai tagihan," ungkapnya.
Lihat Juga :