Tolak Cinta Pria, Gadis Kendal Diteror Orderan Fiktif Selama 2 Tahun
Minggu, 26 Juli 2020 - 00:43 WIB
loading...
A
A
A
Namun setelah diberi pengertian oleh orang tua korban, si pengirim barang bisa mengerti dan menyadari telah menjadi korban penipun. "Pengirim barang ada yang dari Wonosobo, Bandung. Bahkan ada yang dari Sumatera," kata Titik.
Barang-barang yang dikirim bukan hanya telepon seluler, peralatan rumah tangga, tetapi juga buah-buahan. Seperti manggis, anggur, mangga, kelapa. Jumlahnya pun mencapai 1 ton lebih setiap pengiriman.
Teror pesanan fiktif itu tak berhenti meski Titik pindah dari Desa Jungsemi dan ke Batam, Kepulauan Riau. Anehnya, saat Titik tinggal di Kota Batam, teror orderan fiktif masih dia terima.
Di kota perantauan itu pun banyak kiriman barang yang tidak pernah dia pesan dan diminta untuk membayarnya. Titik mengaku tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut dan meminta dikirim ke alamat serta diminta membayar pesanan tersebut.
Titik mengaku pernah ada seorang teman yang suka kepadanya namun ditolak. Kemungkinan karena sakit hati, pria tersebut meneror Titik dengan pesanan barang tersebut. Ditanya apakah Titik kenal dengan si peneror? "Iya. Kenal," kata Titik.
Karena tidak nyaman banyak kiriman barang, Titik telah melaporkan kejadian ini ke Polsek kangkung, Polres Kendal hingga ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.
Barang-barang yang dikirim bukan hanya telepon seluler, peralatan rumah tangga, tetapi juga buah-buahan. Seperti manggis, anggur, mangga, kelapa. Jumlahnya pun mencapai 1 ton lebih setiap pengiriman.
Teror pesanan fiktif itu tak berhenti meski Titik pindah dari Desa Jungsemi dan ke Batam, Kepulauan Riau. Anehnya, saat Titik tinggal di Kota Batam, teror orderan fiktif masih dia terima.
Di kota perantauan itu pun banyak kiriman barang yang tidak pernah dia pesan dan diminta untuk membayarnya. Titik mengaku tidak tahu siapa yang memesan barang-barang tersebut dan meminta dikirim ke alamat serta diminta membayar pesanan tersebut.
Titik mengaku pernah ada seorang teman yang suka kepadanya namun ditolak. Kemungkinan karena sakit hati, pria tersebut meneror Titik dengan pesanan barang tersebut. Ditanya apakah Titik kenal dengan si peneror? "Iya. Kenal," kata Titik.
Karena tidak nyaman banyak kiriman barang, Titik telah melaporkan kejadian ini ke Polsek kangkung, Polres Kendal hingga ke Ditreskrimsus Polda Jawa Tengah.
Lihat Juga :