Gunung Karangetang Alami 24 Gempa Guguran, Waspadai Awan Panas
Rabu, 14 Juni 2023 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, juga tercatat adanya satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 12 mm, dan lama gempa 23 detik. Satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 12 mm, dan lama gempa 2.836 detik. Dan satu kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.25-0.5 mm, dominan 0.25 mm.
Hingga kini status Gunung Karangetang berada di Level III atau siaga. Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan, dilarang melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua, kawah utama, serta area perluasan sektoral ke arah barat daya, selatan, dan tenggara, sejauh 3,5 km.
Baca juga: Konyol! Mobil Google Maps Tersesat Masuk Perkebunan Tebu di Malang
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai guguran lava, dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh penumpukan material lava yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
Hingga kini status Gunung Karangetang berada di Level III atau siaga. Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan, dilarang melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua, kawah utama, serta area perluasan sektoral ke arah barat daya, selatan, dan tenggara, sejauh 3,5 km.
Baca juga: Konyol! Mobil Google Maps Tersesat Masuk Perkebunan Tebu di Malang
Masyarakat juga diimbau untuk mewaspadai guguran lava, dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh penumpukan material lava yang kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat, dan barat daya.
Selain itu, masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.
(eyt)
Lihat Juga :