Kanwil Kemenag NTB: Media Sosial Tingkatkan Kesempatan Belajar di Dunia Islam
Senin, 12 Juni 2023 - 15:16 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Amin, di era digital seperti saat ini sudah seharusnya dakwah mengikuti perkembangan teknologi yang berlaku. Karena itu, manajemen dakwah harus disertai pemahaman kompetensi media digital. Hal itu mengingat media sosial memberikan peluang besar untuk menjangkau orang-orang yang mungkin tidak tahu tentang Islam.
”Media sosial tidak hanya digunakan oleh para pendakwah, tetapi juga digunakan oleh seluruh umat Islam untuk berkomunikasi, juga terus menyiarkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits untuk kemaslahatan umat,” jelas Amin di hadapan santri sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan madrasah. Baca juga: Dakwah Online Agam dan Basyasman, Kisah Kolaborasi Duo Ustaz Muda dengan Jutaan Followers
Sejumlah madrasah dan ponpes yang hadir dalam webinar yang ditujukan untuk komunitas pendidikan itu, di antaranya MTs-MA NW Suwangi Titik Dua, MTs-MA NW Suwangi, MTs NW Labuhan, MTsN 2 Lombok Timur, MTs-MA SA Darussalam Al Kubro, MTs NW Rumbuk, MA Darussalam Al- Kubro, dan MAN IC Sakra Lotim.
Dari Pondok Pesantren, hadir Ponpes Nurul Iman, Ponpes Darul Ulum Beraim, Ponpes Al Madaniyah, YPP Al Falah Pancordao, Ponpes Al Aziziyah, Ponpes Nurul Hakim, dan Ponpes Darul Muhajirin Praya.
Kepala Kantor Kemenag Lombok Timur Sirojudin mengatakan, hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus menjadi pegangan saat beraktivitas di ruang digital. Nilai itu harus dijalankan seimbang antara hak maupun tanggung jawabnya.
”Media sosial tidak hanya digunakan oleh para pendakwah, tetapi juga digunakan oleh seluruh umat Islam untuk berkomunikasi, juga terus menyiarkan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits untuk kemaslahatan umat,” jelas Amin di hadapan santri sejumlah pondok pesantren (ponpes) dan madrasah. Baca juga: Dakwah Online Agam dan Basyasman, Kisah Kolaborasi Duo Ustaz Muda dengan Jutaan Followers
Sejumlah madrasah dan ponpes yang hadir dalam webinar yang ditujukan untuk komunitas pendidikan itu, di antaranya MTs-MA NW Suwangi Titik Dua, MTs-MA NW Suwangi, MTs NW Labuhan, MTsN 2 Lombok Timur, MTs-MA SA Darussalam Al Kubro, MTs NW Rumbuk, MA Darussalam Al- Kubro, dan MAN IC Sakra Lotim.
Dari Pondok Pesantren, hadir Ponpes Nurul Iman, Ponpes Darul Ulum Beraim, Ponpes Al Madaniyah, YPP Al Falah Pancordao, Ponpes Al Aziziyah, Ponpes Nurul Hakim, dan Ponpes Darul Muhajirin Praya.
Kepala Kantor Kemenag Lombok Timur Sirojudin mengatakan, hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus menjadi pegangan saat beraktivitas di ruang digital. Nilai itu harus dijalankan seimbang antara hak maupun tanggung jawabnya.
Lihat Juga :